Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dulu Ditunggu, Kini Dikeluhkan: Bediding Kembali Melanda Malang Raya

F
Ilustrasi langit cerah tanpa awan. (Unsplash).
Ilustrasi langit cerah tanpa awan. (Unsplash).

Advertisement

MALANG, RADAR BATU – Fenomena penurunan suhu dingin ekstrem yang akrab disebut dengan fenomena bediding oleh masyarakat Jawa tengah melanda wilayah Malang Raya.

Menariknya, jika tahun-tahun sebelumnya kedatangan suhu dingin di tengah musim kemarau ini menjadi momen yang paling dinanti. Namun, kali ini yak hanya menjadi momen yang ditunggu, keluhan juga mulai bermunculan di tengah warga setempat.

Keluhan warga Malang Raya marak membanjiri platform media sosial seperti Instagram dan X. Berbagai reaksi tersebut mencuat setelah akun Instagram @amazingmalang mengabarkan bahwa fenomena bediding akan melanda hingga Agustus 2026, memicu banjir komentar di kolom unggahan.

“Malang adem tenan, nganti ra adus, raup tok,” (Malang dingin banget, sampai tidak mandi) tulis @niki********

“gak adus, salah adus sanyang nyowo.” (gak mandi, saying nyawa) tulis @lana*********

Advertisement

Berdasarkan data operasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penurunan suhu udara di Malang Raya kali ini memang terasa jauh lebih menggigit. Suhu rata-rata pada pagi hari sekitar pukul 03.00—06.00 WIB dilaporkan anjol hingga menyentuh angka 17—18 derajat Celcius.

Kondisi tersebut terbilang kontras dengan suhu udara pada siang hari sekitar pukul 12.00—14.00 WIB, di mana suhu mulai naik ke  kisaran 27—29 derajat Celcius.  

Pihak BMKG mengonfirmasi bahwa fenomena bediding merupakan hal yang lumrah terjadi saat wilayah Jawa memasuki musim kemarau. Penurunan suhu secara drastis tersebut dipicu oleh pergerakan angin muson Australia yang membawa masa udara kering dan dingin menuju Indonesia.

"Bediding merupakan kondisi dengan suhu lingkungan lebih dingin dibandingkan suhu normal, ini merupakan siklus musiman dan ditandai dengan aktifnya angin monsun timuran yang sifatnya kering dan dingin," kata Linda Fitrotul selaku Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur.

Selain itu, minimnya tutupan awan di malam hari membuat panas bumi lepas ke atmosfer secara maksimal, sehingga memicu penurunan suhu yang ekstrem pada dini hari.

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : diolah dari berbagai sumber

Artikel Terkait

Aturan Sound Horeg di Malang Raya Berbeda, Kota Malang hingga Kota Batu Bagaimana?

Aturan Sound Horeg di Malang Raya Berbeda, Kota Malang hingga Kota Batu Bagaimana?

Aturan sound horeg di Malang Raya berbeda di setiap daerah. Ini perbedaannya.

Masuk Lewat Goa, Kedai Hidden Gem Ini Tersembunyi di Pasar Bunga Malang

Masuk Lewat Goa, Kedai Hidden Gem Ini Tersembunyi di Pasar Bunga Malang

Kedai Pipir Lepen di Malang menawarkan pengalaman nongkrong unik. Pengunjung harus melewati lorong mirip goa di Pasar Bunga Splendid.

Tiket Masuk Mikutopia Gratis 3 Hari, 21 Wahana Bisa Jadi Pilihan

Tiket Masuk Mikutopia Gratis 3 Hari, 21 Wahana Bisa Jadi Pilihan

Mikutopia gratiskan tiket masuk bagi warga Malang Raya pada 14–16 Oktober. Tiket terusan 21 wahana dibanderol Rp40 ribu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer