MALANG, RADAR BATU – Fenomena bediding semakin meresahkan warga Malang Raya, warga merasakan udara dingin yang menggigit di sejumlah wilayah Malang Raya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur di Kabupaten Malang menyebut fenomena bediding ini disebabkan oleh aktifnya angin muson Australia yang menuju Indonesia.
"Bediding merupakan kondisi dengan suhu lingkungan lebih dingin dibandingkan suhu normal, ini merupakan siklus musiman dan ditandai dengan aktifnya angin monsun timuran yang sifatnya kering dan dingin," kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur Linda Fitrotul di Malang.
BMKG Jawa Timur memperkirakan fenomena bediding ini akan berlangsung selama musim kemarau, yakni pada bulan Juni hingga September 2026.
Baca Juga: Menggigil! Mengenal Fenomena Bediding di Balik Cuaca Dingin Ekstrem Malang Raya
Linda menyampaikan bahwa suhu rata-rata udara saat fenomena bediding mencapai 17—18 derajat Celcius dengan perkiraan waktu yang berkisar pukul 03.00—06.00 WIB.
"Kalau malam hari akhir-akhir ini saat bediding tercatat 20-21 derajat Celsius," ujar Linda.
Ia kembali memaparkan bahwa suhu udara pada pagi hari pukul 07.30 WIB menyentuh angka 22—25 derajat Celcius. Namun suhu tersebut akan naik pada siang hari sekitar pukul 12.00—14.00 WIB, dengan fluktuasi di angka 27—29 derajat Celcius.
Adapun sejumlah wilayah di Malang Raya yang memiliki suhu paling rendah selama fenomena bediding, di antaranya:
Baca Juga: Suhu Menurun Drastis, ini 5 Fakta Fenomena Bediding yang Membuat Malang Raya Terasa Sangat Dingin
Kota Batu
Sebagai kota yang terletak di dataran tinggi dengan rata-rata 700—1.700 meter di atas permukaan laut, Kota ini menjadi wilayah urban paling dingin di Malang Raya. Saat ini, titik terdingin Kota Batu terdapat di kawasan Kecamatan Bumiaji serta area lereng Gunung Panderman. Suhu pada malam hari di musim kemarau bisa merosot hingga 11°C – 13°C.
Kabupaten Malang Bagian Barat
Kecamatan di Kabupaten Malang yang berbatasan langsung dengan pegunungan di Kabupaten Blitar atau Kediri memiliki suhu yang terlampau dingin. Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon memiliki hawa yang sangat dingin mirip dengan Kota Batu karena posisinya yang tinggi dan dikelilingi vegetasi hijau.
Selain itu terdapat, Kecamatan Dau (Bagian Atas). Terutama desa-desa yang berada di dataran tinggi dan berbatasan dengan hutan kota Batu, seperti Desa Bedalisodo atau Petungsewu.
Kabupaten Malang Bagian Timur
Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Tumpang, dan Kecamatan Jabung. Tiga kecamatan ini mengalami penurunan suhu paling ekstrem di Malang Raya karena posisinya yang menjadi gerbang pendakian dan dekat dengan kaldera Bromo.
Editor : Aditya Novrian