BATU, RADAR BATU - Perombakan total Simpang Empat Patih mulai dieksekusi seiring turunnya alat berat ke lokasi proyek kemarin (13/5). Pemerataan area megaproyek yang memakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 senilai Rp 10 miliar ini ditargetkan selesai dalam sebulan ke depan sebelum struktur utama dikebut selama 150 hari kalender kerja.
Deru ekskavator dan loader membelah simpang yang mempertemukan Jalan Panglima Sudirman, Trunojoyo, Indragiri, dan Hasanudin tersebut. Titik pertama yang dirobohkan yakni pos pantau permanen milik kepolisian.
BACA JUGA: Satgas PKH Serahkan Tumpukan Piramida Uang ke Negara, Senilai Rp10,2 Triliun
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Esty Dwiastuti menyebut perobohan itu sebagai tahap prakonstruksi.Pihaknya mengklaim manuver fisik ini telah direstui seluruh pemangku kepentingan.
“Koordinasi dengan polisi, pedagang, dan PLN sudah klir. Kami mengantisipasi agar ekskavator tidak menabrak instalasi kabel bawah tanah atau melanggar aturan aset,” urainya. Fase sterilisasi area ini dipatok tuntas akhir Juni mendatang.
BACA JUGA: Cuma Punya Rp50.000, Bisa Jajan Apa Saja di Pasar Laron?
Setelah lahan bersih, konstruksi inti langsung digeber. Targetnya jalan dilebarkan hingga 10 meter, drainase ditata ulang, dan lampu lalu lintas dihapus permanen. Sebagai ganti, arus lalu lintas akan diputar mengelilingi bundaran berhias patung Panglima Sudirman setinggi lima meter yang bisa berputar.
“Konstruksi fisik yang masif ini otomatis mengganggu kenyamanan. Untuk menekan keterlambatan, kami membuka opsi kerja lembur pada malam hari agar proyek tuntas dalam 150 hari kalender,” tegas Esty. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan