Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Diduga Gunakan Jasa Angkut Barang, Penipu Vendor di Tangsel Terdeteksi di Denpasar

Fasya Mumtahanah • Senin, 4 Mei 2026 | 00:00 WIB
PEMILIK VENDOR DEKORASI FATIMAH AZ-ZAHRA: Menjadi Korban Penipuan Bermodus Sewa Kursi dan Blower sebagai Mahasiswa. (Sumber: Istimewa)
PEMILIK VENDOR DEKORASI FATIMAH AZ-ZAHRA: Menduga Pelaku Sewa Jasa Pengiriman Barang untuk Angkut Barang Sewaan. (Sumber: Istimewa)

TANGERANG SELATAN, RADAR BATU – Pemilik vendor dekorasi dan makeup artist (MUA), Siti Fatimah (40) menjadi korban penipuan bermodus sewa kursi dan blower. Pelaku awalnya memesan 170 kursi dan tiga blower kepada vendor yang berlokasi di Ciputat Timur, Tangerang Selatan itu.

Pelaku yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu memesan barang-barang tersebut dengan dalih untuk acara penyuluhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan digelar di kawasan Jalan Semanggi II Nomor 20, Cempaka Putih, Ciputat Timur.

Baca Juga: Seni Hidup Bodo Amat, Cara Anak Muda Lepas dari Rasa Insecure

Namun, setelah barang diantar, pelaku tidak kunjung datang dan tidak sempat melakukan pembayaran hingga malam tiba.

Diduga, pelaku membawa kabur 120 kursi dan tiga blower sewaan menggunakan jasa pengiriman barang.

“Sekitar pukul 15.00 WIB itu banyak yang lihat. Warga bilang ada dua mobil pikap logo Lalamove angkut barang,” kata Fatimah di Polsek Ciputat Timur, Sabtu (2/5).

Baca Juga: Bidik Zero Waste 2028 Lewat Pendanaan Bank Dunia Siapkan Anggaran Rp 140 Miliar untuk Bongkar Gunungan Sampah

Menurut keterangan warga, pengangkutan itu dilakukan dengan dalih barang harus dipindahkan karena salah antar.

“Dia bilang ke warga, ‘Ini Bu Fatimahnya salah antar. Jadi ini mau dipindahkan gedung lain. Yang di sini saya tinggal cuma 50 aja,’” kata Fatimah mengulangi keterangan warga.

Meski diduga menggunakan jasa Lalamove, Fatimah tidak dapat memastikan keaslian mobil tersebut sebagai armada resmi atau hanya menggunakan logo palsu.

Baca Juga: Kota Batu Bidik Zero Waste 2028, Siapkan Dana Rp100 Miliar dari Bank Dunia

“Katanya sih emang Lalamove. Tapi pas kita juga enggak tahu ya. Polisi juga lagi nyelidikin. Nomor serinya itu kayak ditempel, ditutup gitu. Bukan asli Lalamove katanya,” ucapnya.

Dalam keterangan Fatimah yang lain, nomor pelaku masih tampak berdering saat dihubungi Fatimah hingga Kamis (30/4) malam sebelum akhirnya putus kontak.

Dirinya juga sempat mengecek lokasi nomor pelaku dan terdeteksi di Denpasar, Bali.

Baca Juga: Urai Sampah Lama, Kota Batu Target Pulihkan 2 Hektare Lahan TPA Tlekung

“Masih berdering. Jam 20.30 malam itu masih berdering. Akhirnya pihak kita ngecek dari nomor ponsel, ternyata dia di pasar di Denpasar, Bali,” kata Fatimah.

Dirinya menduga, pelaku yang memesan barang melalui ponsel adalah orang yang berbeda dengan pihak yang mengambil barang di lokasi dalam kesaksian warga sore harinya.

“Makanya ini yang nelpon beda orang, yang mengambil barang ke lokasi beda orang,” ujar dia.

Baca Juga: Bantuan Pupuk Organik untuk Petani di Kota Batu Anjlok 70 Persen

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan setelah laporan masuk pada Kamis malam.

“Jadi sekitar jam 11 malam itu ramai-ramai kan banyak. Saya pas ada di situ juga. Langsung dilakukan cek TKP sama Unit Reskrim,” kata Bambang, Sabtu (2/5).

Baca Juga: 235 PKL Liar di Kota Batu Terjaring Razia dalam 3 Bulan

Dirinya juga mengungkap telah menanyai saksi dan mengantongi identitas kendaraan yang diduga dipakai untuk mengangkut barang. Ia memastikan kasus akan terus dilanjutkan hingga pelaku terungkap.

“Sekecil apapun informasi, kami akan tindak lanjuti,” ucapnya.

Editor : Aditya Novrian
#vendor #modus #penipuan #sewa