APM SMA Naik, 27,63 Persen Masih Tertinggal

Indah Mei Yunita • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi: Siswa SMA (Foto: Pexels)
Ilustrasi: Siswa SMA (Foto: Pexels)

BATU, RADAR BATU - Angka Partisipasi Murni (APM) jenjang SMA di Kota Batu naik 1,29 persen. Dari 71,08 persen pada 2024 menjadi 72,37 persen pada 2025. Meski begitu, capaiannya masih menyisakan 27,63 persen anak usia 16-18 tahun yang belum sekolah sesuai jenjang umurnya.

Fungsional Statistisi Muda Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu Eka Cahyani menjelaskan, APM merupakan proporsi anak pada kelompok umur tertentu yang bersekolah sesuai usianya dibandingkan seluruh anak dalam kelompok usia tersebut. Sejak 2009, pendidikan nonformal seperti Paket A, Paket B, dan Paket C turut diperhitungkan.

“Berdasar hasil penghitungan kami, APM SMA tahun 2024 mencapai 71,08 persen. Kemudian meningkat 1,29 persen menjadi 72,37 persen pada 2025,” ujar Eka. Dengan capaian tersebut, dari setiap 100 anak usia 16-18 tahun pada 2025, sekitar 72 anak bersekolah sesuai jenjang usianya. Sementara, 28 anak lainnya belum menempuh pendidikan sesuai usia.

Baca Juga: Disutradarai Umay Shahab, Film Memburu Pemangsa Sudah Rilis Trailer Resmi - Radar Batu

Eka menegaskan, angka itu merupakan estimasi berdasarkan metode survei. Penghitungan dilakukan melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) setiap tahun. Pada 2025, sampel Susenas di Kota Batu mencakup 750 kepala keluarga (KK). “Semua anggota keluarga dari 750 KK tersebut, sekaligus pendidikan yang sedang ditempuh,” kata dia.

Meski menunjukkan tren positif, capaian tersebut tetap menjadi bahan evaluasi pemerintah. Khususnya untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS). Ada sejumlah faktor yang dapat membuat anak usia SMA tidak melanjutkan pendidikan. Di antaranya kendala ekonomi, rendahnya motivasi belajar, hingga memilih bekerja untuk membantu keluarga.

Faktor lainnya yakni pernikahan pada usia anak. Berdasarkan data Pengadilan Agama (PA) Malang, terdapat 46 anak berusia 15-19 tahun yang mengajukan dispensasi nikah pada 2025. Sebagian besar pemohon memiliki pendidikan terakhir SMP. Kondisi itu menunjukkan masih ada anak yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena menikah.

Editor : Fajar Andre Setiawan
APM APM SMA Angka Partisipasi Murni pendidikan sma