BATU - Skema penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat (SR) di Kota Batu berubah pada tahun ajaran 2026/2027. Sebanyak 90 calon siswa baru asal Kota Batu dipastikan tidak lagi menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Batu, melainkan direlokasi ke Sekolah Rakyat berasrama di Kota Blitar.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu Lilik Fariha mengatakan, perubahan lokasi belajar tersebut merupakan kebijakan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Menurutnya, keputusan itu didasarkan pada pemetaan sarana dan prasarana yang dilakukan pemerintah.
Baca Juga: 17 ASN Senior Pemkot Batu Resmi Purnatugas
“Kebijakan dari Kemensos RI, kemungkinan merupakan hasil pemetaan dari pusat,” ujarnya. Sekolah Rakyat yang menjadi tujuan relokasi berada di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar.
Kompleks pendidikan tersebut dirancang sebagai kawasan terpadu yang mampu menampung hingga 36 rombongan belajar dengan kapasitas sekitar 1.080 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Meski demikian, perubahan skema tersebut tidak memengaruhi peserta didik yang telah lebih dulu bersekolah di Kota Batu. Sebanyak 149 siswa angkatan pertama dipastikan tetap melanjutkan pendidikan di SRMP 14 Batu hingga menyelesaikan masa studinya.
Dinsos Kota Batu kini memfokuskan upaya pemenuhan kuota 90 siswa baru yang akan diberangkatkan ke Blitar. Berbeda dengan mekanisme sekolah umum, proses penjaringan dilakukan secara proaktif tanpa membuka pendaftaran terbuka kepada masyarakat.
Petugas diterjunkan untuk mendatangi keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 secara langsung. Sasaran utamanya adalah anak berusia 11 hingga 15 tahun, termasuk mereka yang putus sekolah atau belum melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
Lilik mengakui proses tersebut tidak selalu mudah. Banyak orang tua masih mempertimbangkan keputusan melepas anak mereka untuk tinggal di asrama yang berada di luar daerah.
“Mayoritas orang tua meminta waktu untuk berunding terlebih dahulu dengan suami maupun anggota keluarga lainnya sebelum mengambil keputusan,” katanya. Di sisi lain, Kepala SRMP 14 Batu Yulianah mengaku hingga kini masih menunggu informasi resmi terkait penempatan siswa baru.
Pihak sekolah belum menerima arahan lanjutan mengenai skema penerimaan peserta didik menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada Juli mendatang. “Saya masih menunggu pembaruan informasi dan instruksi dari Dinsos untuk tahun ajaran baru nanti,” ujarnya. (ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan