Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Konsentrasi Pecah Saat Membaca, Simak Upaya Penanganannya

Choirun Nisa • Senin, 18 Mei 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang tidak dapat konsentrasi (Sumber: Ultimate Privat)
Ilustrasi seseorang yang sedang tidak dapat konsentrasi (Sumber: Ultimate Privat)

BATU, RADAR BATU – Kesulitan berkonsentrasi saat membaca kini semakin sering dialami pelajar dan mahasiswa. Baru beberapa menit membaca buku atau materi pelajaran, fokus mulai buyar, pikiran melayang, hingga akhirnya sulit memahami isi bacaan.

Kondisi ini dinilai dapat menghambat proses belajar karena siswa menjadi lebih cepat lelah dan materi yang dibaca sulit dipahami secara mendalam.

Gangguan Fokus Membaca Banyak Dialami Pelajar
Dilansir dari laman stekom.ac.id, konsentrasi memiliki peran penting dalam membantu otak memahami dan mengingat informasi. Ketika fokus terjaga, proses belajar menjadi lebih efektif dan materi lebih mudah dipahami.

Namun, banyak siswa mengalami kesulitan mempertahankan fokus saat membaca. Lingkungan yang berisik, pencahayaan yang kurang nyaman, hingga kebiasaan membuka media sosial saat belajar menjadi beberapa penyebab utama konsentrasi mudah pecah.

Baca Juga: Kenapa Siswa Sekarang Cepat Bosan Meski Baru Belajar Beberapa Menit?

Selain faktor lingkungan, kondisi fisik dan mental juga memengaruhi fokus membaca. Kurang tidur, stres, rasa lelah, hingga tekanan tugas sekolah membuat siswa lebih sulit berkonsentrasi dalam waktu lama.

Dilansir dari laman MembacaCepat.com, sulit konsentrasi saat membaca juga dipengaruhi pola pikir seseorang terhadap aktivitas membaca itu sendiri. Sebagian pelajar sudah menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan sehingga pikiran bawah sadar ikut memengaruhi fokus ketika belajar.

Akibatnya, siswa lebih mudah terdistraksi dan memilih aktivitas hiburan yang dianggap lebih menarik dibanding membaca buku.

Kebiasaan Digital Membuat Fokus Mudah Teralihkan
Perkembangan teknologi membuat pelajar terbiasa menerima informasi secara cepat melalui video singkat dan media sosial. Kebiasaan berpindah dari satu konten ke konten lain dalam waktu singkat membuat otak menjadi sulit bertahan fokus saat membaca materi yang panjang.

Notifikasi ponsel, pesan instan, hingga kebiasaan membuka media sosial ketika belajar juga menjadi gangguan terbesar dalam menjaga konsentrasi.

Selain itu, membaca terlalu lama tanpa jeda dapat membuat otak cepat lelah. Banyak siswa memaksakan diri belajar dalam durasi panjang tanpa istirahat sehingga fokus semakin menurun dan materi sulit dipahami.

Kondisi tersebut membuat aktivitas membaca terasa melelahkan dan akhirnya menurunkan minat belajar siswa.

Membangun Konsentrasi Membaca Perlu Dilatih Perlahan
Untuk meningkatkan fokus membaca, siswa dianjurkan mulai menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan minim gangguan. Menjauhkan ponsel sementara waktu serta memilih tempat yang tenang dinilai dapat membantu menjaga konsentrasi.

Baca Juga: Toxic Positivity di Kalangan Siswa, Apa Penyebabnya?

Menentukan tujuan sebelum membaca juga penting agar pikiran lebih terarah. Siswa dapat menetapkan target sederhana, seperti memahami satu materi atau mencari poin penting dari bacaan.

Selain itu, teknik membaca aktif seperti membuat catatan kecil, memberi tanda pada bagian penting, atau merangkum isi bacaan dinilai efektif menjaga fokus selama belajar.

Siswa juga dianjurkan membagi waktu membaca menjadi beberapa sesi singkat yang diselingi istirahat agar tidak cepat mengalami kelelahan mental.

Tidak kalah penting, mengubah pola pikir terhadap membaca juga perlu dilakukan. Membaca sebaiknya dipandang sebagai aktivitas yang bermanfaat untuk menambah pengetahuan, bukan sekadar kewajiban sekolah semata.

Editor : Aditya Novrian
#penanganan #upaya #konsentrasi #membaca