BATU, RADAR BATU – Fenomena siswa yang sering mengantuk saat pelajaran berlangsung masih banyak ditemukan di lingkungan sekolah. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu konsentrasi belajar dan berdampak pada pemahaman materi di kelas.
Kurang Tidur dan Pola Hidup Jadi Pemicu Utama
Dilansir dari HelloSehat, tidur di kelas sesekali masih dianggap wajar apabila dipicu kelelahan akibat aktivitas padat pada hari sebelumnya. Namun, jika kebiasaan tersebut terjadi terus-menerus, kondisi ini dapat memengaruhi proses belajar siswa dalam jangka panjang.
Sementara itu, laman SMPN 1 Kawali menyebutkan bahwa kurang istirahat menjadi penyebab utama siswa mudah mengantuk saat belajar. Banyak remaja tidur kurang dari delapan jam per hari karena tugas sekolah, penggunaan gawai hingga larut malam, maupun aktivitas lainnya.
Baca Juga: Pelajar Mulai Memanfaatkan Konten Edukasi Digital sebagai Alternatif Belajar di Luar Kelas
Selain kurang tidur, pola makan juga turut memengaruhi kondisi tubuh saat belajar. Sarapan yang kurang tepat, seperti makanan instan atau tinggi lemak, dinilai membuat tubuh lebih cepat lemas dan mengantuk. Porsi makan berlebihan di pagi hari juga dapat menurunkan fokus saat mengikuti pelajaran.
Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga ringan juga disebut menjadi faktor yang membuat tubuh mudah terasa lelah dan kurang bugar selama berada di kelas.
Mengantuk di Kelas Dapat Menghambat Konsentrasi Belajar
Kebiasaan mengantuk saat pelajaran berlangsung dapat berdampak pada proses belajar siswa. Konsentrasi menjadi menurun sehingga materi yang disampaikan guru sulit dipahami secara maksimal.
Selain itu, penelitian yang dikutip SMPN 1 Kawali menyebutkan bahwa rasa kantuk berlebihan dapat membuat proses berpikir menjadi lebih lamban. Jika terus terjadi, kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi performa akademik siswa.
Tidur saat pelajaran juga membuat siswa kehilangan kesempatan memahami penjelasan guru secara langsung, sehingga berpotensi tertinggal materi dibanding teman sekelasnya.
Baca Juga: Fenomena Quarter Life Crisis Mulai Dirasakan Siswa SMA, Terutama Saat Menentukan Jurusan Kuliah
Pola Tidur dan Gaya Hidup Sehat Perlu Diperhatikan
Untuk mengurangi kebiasaan mengantuk di kelas, siswa dianjurkan menjaga pola tidur yang cukup dan teratur. Remaja idealnya mendapatkan waktu tidur sekitar delapan jam setiap hari agar tubuh dan otak dapat beristirahat optimal.
Selain itu, siswa juga dianjurkan membiasakan sarapan bergizi sebelum berangkat sekolah serta mengurangi konsumsi makanan instan secara berlebihan.
Aktivitas fisik ringan seperti olahraga sore hari juga dinilai membantu menjaga kebugaran tubuh dan meningkatkan kualitas tidur. Penggunaan gawai pada malam hari pun perlu dibatasi agar waktu istirahat tidak terganggu. Peran orang tua dan sekolah dinilai penting dalam membantu siswa membangun kebiasaan hidup sehat, sehingga kondisi tubuh tetap prima dan proses belajar di kelas dapat berjalan lebih optimal.
Editor : Aditya Novrian