Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Libur Panjang, Okupansi Hotel Stagnan

R
OKUPANSI STAGNAN: Sejumlah hotel di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Batu masih tampak sepi kemarin (14/5).
OKUPANSI STAGNAN: Sejumlah hotel di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Batu masih tampak sepi kemarin (14/5).

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Lonjakan volume kendaraan di pusat hiburan tak selalu berbanding lurus dengan okupansi bisnis akomodasi. Selama libur panjang peringatan Kenaikan Yesus Kristus pada pertengahan Mei ini, Kota Batu mencatat anomali pergerakan ekonomi pariwisata. Meski proyeksi kunjungan menyentuh angka 560 ribu orang, tingkat keterisian kamar hotel justru melandai dan terjebak di kisaran 50 hingga 60 persen.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi membaca fenomena ini sebagai dampak pergeseran perilaku pelancong. Mayoritas wisatawan diduga berasal dari kawasan aglomerasi atau daerah terdekat. Mereka memilih skema wisata satu hari penuh (one day trip) tanpa perlu menyewa kamar.

“Banyak wisatawan yang menerapkan sistem tektok. Berangkat pagi, lalu langsung pulang pada sore atau malam harinya,” urai Sujud. Kondisi tersebut terekam gamblang pada pergerakan wisata rombongan. Dari estimasi 100 bus pariwisata yang masuk ke Kota Batu dalam sehari, hanya sekitar 30 armada yang memarkirkan penumpang untuk bermalam.

Sebanyak 70 persen sisanya langsung putar balik menuju kota asal. Pihaknya kini tengah mengkaji akar masalah lesunya angka menginap ini. Hipotesis utamanya mengarah pada pelemahan daya beli. Jarak libur panjang yang berdekatan dengan momen Lebaran dinilai telah menguras kantong kelas menengah.

Prioritas pengeluaran masyarakat pun mulai bergeser. “Masyarakat saat ini lebih rasional. Mereka harus menyisihkan uang untuk kebutuhan krusial, terutama persiapan masuk sekolah dan perguruan tinggi yang memakan biaya besar,” papar pria yang juga menjabat sebagai Direktur PT Selecta tersebut.

Ironisnya, kelesuan perhotelan ini sangat timpang dengan realitas di sektor hiburan buatan. Destinasi wisata justru meraup untung besar. Sujud mencontohkan Taman Rekreasi Selecta yang mencatatkan lonjakan kunjungan hingga 200 persen dibandingkan hari biasa. (ori/dre)

Advertisement

Artikel Terkait

Efek Libur Beruntun, Kunjungan Wisata di Kota Batu Tembus 296 Ribu Wisatawan

Efek Libur Beruntun, Kunjungan Wisata di Kota Batu Tembus 296 Ribu Wisatawan

Rentetan libur panjang berturut-turut sukses memicu efek domino bagi perputaran ekonomi Kota Batu. Sepanjang Mei hingga awal Juni ini,

Liburan Bareng Keluarga ke Jatim Park? Ini Tempat Makan yang Punya Menu untuk Semua Usia

Liburan Bareng Keluarga ke Jatim Park? Ini Tempat Makan yang Punya Menu untuk Semua Usia

Cari tempat makan keluarga dekat Jatim Park, berikut rekomendasi restoran dengan menu lengkap untuk berbagai usia.

Petik Apel Kota Batu Sedot Ratusan Wisatawan Selama Libur Panjang

Petik Apel Kota Batu Sedot Ratusan Wisatawan Selama Libur Panjang

Agrowisata petik apel Bumiaji dibanjiri hingga 500 turis per hari saat long weekend, andalkan kolaborasi lahan petani lokal dan promo digita

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer