Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Operasional MI Negeri Kota Batu Bakal Gunakan Gedung Bekas MTsN

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 22 Juni 2025 | 18:19 WIB
BERPROGRES: Perbaikan gedung bekas MTsN yang akan digunakan operasional MIN Kota Batu terus berjalan.
BERPROGRES: Perbaikan gedung bekas MTsN yang akan digunakan operasional MIN Kota Batu terus berjalan.

JUNREJO - Operasional Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Batu bakal menggunakan bekas bangunan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Jalan Pronoyudo, Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo untuk sementara waktu. 

Sebab, pembangunan gedung MIN Kota Batu masih belum berjalan. Kendati lahan seluas 3.780 meter persegi di sebelah MTsN Kota Batu sudah siap digunakan. Persiapannya dinilai cukup mendadak. Mengingat Nomor Statistik Madrasah (NSM) juga baru turun April lalu. 

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Batu Siti Nur Jamilah mengaku sedang melakukan perbaikan gedung bekas MTsN secara swadaya. Biayanya dibantu seorang pengusaha sekaligus komite sementara MIN Kota Batu.

"Sejauh ini dana yang digunakan kira-kira sekitar Rp 10-20 juta," ucapnya. Progres pengerjaannya sudah mencapai 80 persen. Perbaikan dilakukan oleh 12 pekerja. Perbaikan yang baru dimulai 16 Juni terus dikebut dan ditarget tuntas segera.

Operasional MIN Kota Batu
Operasional MIN Kota Batu

Apalagi gedung itu akan digunakan pertemuan wali siswa pada 24 Juni nanti. Ada tiga ruang yang sedang dalam proses perbaikan dan akan digunakan nanti. Dua ruang akan difungsikan sebagai kelas dan satu ruang untuk kantor guru.

Selain itu, ada greenhouse yang bisa digunakan anak-anak bermain. Perbaikan yang dilakukan berupa pemasangan keramik dan pagar. Sedangkan pemenuhan sarana seperti meja dan kursi sementara juga masih meminjam inventaris dari MTsN Kota Batu. 

Jamilah menegaskan penggunaan bangunan di sebelah kiri Kantor Urusan Agama (KUA) Junrejo itu hanya sementara. Dia mengakui persiapan operasional MIN Kota Batu cenderung serba dadakan. 

Bahkan pendaftarannya baru dibuka pada 10-20 Juni mendatang. Per 18 Juni lalu jumlah pendaftar masih 29 siswa. Artinya, jumlah siswa baru masih kurang 27 anak lagi. Sebab, kuota yang dibuka pada angkatan pertama ini sebanyak dua rombongan belajar (rombel).

Setiap rombelnya akan diisi 28 siswa. “Rata-rata calon siswa baru berasal dari Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dan Kecamatan Junrejo,” ungkapnya. Sekolah berbasis agama Islam itu baru di-launching serentak dengan 39 madrasah lain pada 26 September 2024 lalu. 

Sementara operasionalnya sudah harus dilakukan tahun ajaran baru 2025/2026. Alumnus Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Malang (Unisma) itu menyebut persetujuan pendirian MIN Kota Batu terbilang alot.

Sebab, proposal pendiriannya sudah diusulkan sejak 2014 silam. "Proposal terakhir naik tahun 2021 lalu dengan branding MIN International Class Program (ICP)," pungkas ibu dua anak itu. (nj5/dre)

Editor : A. Nugroho
#gedung #mtsn #MIN #kota #batu #operasional