Polisi Tangkap 101 Orang Diduga Perusuh Demo Hari Buruh di Depan Gedung DPR

JAKARTA, RADAR BATU – Polda Metro Jaya mengklaim berhasil mengamankan demonstrasi peringatan Hari Buruh Internasional di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, kemarin. Diduga polisi, dalam aksi demo tersebut, terdapat upaya kerusuhan yang terencana oleh sekelompok masyarakat sipil.
Dalam operasi itu, polisi menangkap 101 orang yang dituduh sebagai anarko di tengah massa buruh yang tengah menyampaikan aspirasi.
Baca Juga: KAI dan Polisi Paparkan Kronologi Kecelakaan Kereta dan Mobil yang Tewaskan Empat Orang di Grobogan
"Yang ditangkap jumlahnya 101," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Iman Imanuddin, pada Jumat (1/5).
Iman menambahkan, penindakan itu dilakukan setelah kepolisian menerima informasi intelijen terkait adanya kelompok yang diduga akan menyusup massa aksi buruh.
"Penindakan itu merupakan bentuk pencegahan setelah polisi menerima informasi adanya kelompok yang diduga akan menyusup ke dalam aksi buruh," ujar Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat malam.
Menurut Iman, sejumlah orang yang ditangkap tersebut ingin mengadu domba elemen buruh dan melakukan provokasi untuk menyerang petugas.
Dugaan itu didasarkan pada penyitaan barang bukti dari tangan kelompok tersebut. Barang bukti itu antara lain benda-benda yang diduga menjadi bahan peledak sederhana hingga senjata tajam.
“Botol kosong, kain, dan bahan bakar diduga hendak dirakit menjadi bom molotov. Kemudian mereka juga sudah mempersiapkan ketapel dengan gotrinya. Ini dipersiapkan untuk melakukan penyerangan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas pengamanan,” kata Iman.
Menurut Iman, polisi juga menemukan paku beton. Benda tersebut diduga akan digunakan untuk merusak infrastruktur di lokasi demo.
“Mereka memanfaatkan waktu yang ada pada saat sebagian mengikuti orasi, sebagian melakukan perusakan terhadap beton atau batas pagar pembatas sehingga rencananya kalau tiba waktunya itu terjadi kerusuhan memudahkan mereka untuk merobohkan pagar pembatas tersebut,” ungkapnya.


