Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Hanya Dua SMA Swasta di Kota Batu yang Buka Beasiswa Pemprov, Siswa Miskin dan Berprestasi Jadi Sasaran

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 27 Juni 2025 | 18:15 WIB
Beasiswa untuk SMA Swasta Kota Batu
Beasiswa untuk SMA Swasta Kota Batu

BATU - Tak banyak SMA swasta di Kota Batu yang melirik program beasiswa dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Hanya dua dari sembilan SMA swasta di Kota Batu yang mengikuti program tersebut. Kuotanya pun hanya 50 siswa saja. Seharusnya ada sekitar 264 beasiswa yang bisa dibuka. Itu jika semua SMA swasta mau mengikuti program beasiswa tersebut.

Perhitungan tersebut berasal dari jumlah lulusan SMP yang diperkirakan mencapai 3.402 siswa. Kemudian, jumlah tersebut dikurangi dengan kuota murid baru yang dibuka di tiga SMA negeri yakni sebanyak 756 siswa. Hasilnya, yakni 2.646 lulusan yang seharusnya bisa ditampung di SMA swasta.

Sementara, Pemprov Jatim memberi jatah 10 persen dari total kuota murid baru di tiap SMA swasta untuk program beasiswa. Itu diberikan sebagai bentuk kompensasi lantaran pagu SMA negeri yang dinilai sangat terbatas.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kota Batu Wahono menyampaikan hanya SMA Immanuel Batu dan SMA Katolik Yos Sudarso Batu yang mengikuti program tersebut. Sedangkan tujuh SMA swasta lainnya tidak. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala SMA Immanuel Batu itu mengaku tak mengetahui pasti terkait alasannya.

Namun, menurutnya ada kekhawatiran bila nominal beasiswa yang digelontorkan Pemprov Jatim lebih kecil daripada SPP yang harus dibayarkan semestinya. Dia pribadi mengaku tak masalah jika hal itu terjadi.

Mengingat sekolahnya tidak profit oriented. Sehingga, program beasiswa tersebut selaras dengan visi dan misi sekolah untuk membantu akses pendidikan bagi warga prasejahtera.

Kendati begitu, dia pun tak menyalahkan sekolah lain yang tak mengikuti porgram tersebut. Mengingat setiap sekolah memiliki kebutuhan operasional yang beragam. Sedangkan, sumber dana yang bisa diandalkan dari pemerintah juga terbatas. Mau tak mau, sumber pembiayaan operasional pendidikan dari iuran masyarakat tidak bisa dilepaskan.

Wahono menyampaikan ada dua jenis beasiswa yang digelontorkan. Yakni beasiswa penuh dan beasiswa sebagian. “Kalau penuh artinya gratis 100 persen. Sementara yang sebagian, beasiswa yang diberikan hanya separo atau 50 persen saja,” jelasnya. Artinya, masyarakat masih punya kewajiban menanggung separo beban biaya yang diberikan sekolah.

Dia mengatakan membuka 20 kuota. Terdiri atas 10 beasiswa penuh dan 10 beasiswa sebagian. Sedangkan, SMA Katolik Yos Sudarso Batu 30 beasiswa. Terdiri atas 20 beasiswa penuh dan 10 beasiswa sebagian.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai telah menginstruksikan SMA/SMK swasta agar membuka kuota 10 persen untuk menampung lulusan SMP yang tidak diterima di SMA/SMK negeri. Usulan itu berangkat dari daya tampung SMA/SMK negeri yang sangat minim. Padahal tidak semua yang tertolak SMA/SMK negeri punya kemampuan untuk membayar biaya pendidikan di swasta.

“Program ini diprioritaskan untuk siswa berprestasi dibuktikan dengan sertifikat juara lomba dan siswa dari keluarga prasejahtera yang dibuktikan dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” imbuhnya. Purna Pj Wali Kota Batu itu menambahkan tidak ada syarat jarak rumah dengan sekolah.

Sebagai informasi, total beasiswa yang digelontorkan Pemprov Jatim mencapai 72.841 kuota. Sebanyak 24.136 kuota untuk SMA swasta dan 48.705 untuk SMK swasta. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#swasta #pemprov #sma #kota #batu #beasiswa