Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Susu Perah Naik Jadi Rp 8 Ribu Per Liter

R
PRODUKSI MENINGKAT: Salah seorang peternak bersiap memerah susu di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu kemarin (28/5).
PRODUKSI MENINGKAT: Salah seorang peternak bersiap memerah susu di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu kemarin (28/5).

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Dinamika permintaan pasar dari sektor korporasi akhirnya memberikan margin keuntungan riil bagi peternak lokal Kota Batu. Harga serapan komoditas susu sapi segar di sentra perah Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji naik menjadi Rp 8 ribu per liter pada akhir Mei ini.

Kenaikan harga tersebut menjadi angin segar di tengah ancaman stagnasi ekonomi. Tren positif ini menggeser patokan harga lama yang sempat tertahan di angka Rp 7.600 per liter. Ketua Koperasi Margo Makmur Mandiri Muhammad Munir menyatakan lonjakan tarif sebesar Rp 400 per liter tersebut telah bergulir sejak dua bulan terakhir.

Insentif tambahan dari pihak Industri Pengolahan Susu (IPS) menjadi pendorong utama meroketnya harga beli di tingkat akar rumput. "Kenaikan ini murni kebijakan dari pabrik. Penambahan harga ini otomatis langsung kami teruskan agar selisihnya dinikmati lang sung oleh anggota koperasi dan para peternak," ungkap Munir.

Klarifikasi ini sengaja dibeberkan untuk menepis rumor naiknya harga susu efek dari menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Munir menegaskan fenomena tersebut murni kebetulan belaka. "Tidak ada korelasi langsung antara fluktuasi valuta asing dengan kebijakan harga beli dari IPS," tegasnya.

Bagi pertenak di Dusun Brau, selisih rupiah dari pabrik tersebut memicu efek berantai yang masif. Secara demografis, kawasan di lereng gunung ini menyimpan anomali yang menguntungkan. Nyaris 98 persen warganya menggantungkan hidup secara eksklusif sebagai peternak. Jumlah populasi sapi perah di wilayah tersebut menembus 2.500 ekor.

Angka ini lebih dari tiga kali lipat melampaui jumlah penduduk lokal yang hanya berkisar 700 jiwa. Dominasi ternak tersebut membuat Dusun Brau mampu mencetak rata-rata produksi hingga 10.000 liter susu segar setiap harinya. Suntikan harga baru ini juga menjadi instrumen penekan untuk terus mempertahankan standardisasi kualitas susu di pasaran. (ori/dre)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Sapi Jumbo Prabowo Disembelih di Sentra Perah Brau Kota Batu

Sapi Jumbo Prabowo Disembelih di Sentra Perah Brau Kota Batu

Sapi Simental 1,2 ton dari Presiden Prabowo disembelih di Dusun Brau, Batu. Pemkot pastikan hewan dari peternak lokal bebas PMK.

Sapi Limusin Seberat 1,2 Ton dari Presiden Prabowo Sasar Warga Pelosok Kota Batu

Sapi Limusin Seberat 1,2 Ton dari Presiden Prabowo Sasar Warga Pelosok Kota Batu

Presiden Prabowo salurkan sapi kurban Limusin 1,2 ton ke Desa Gunungsari, Batu. Pemkot juga sebar 8 sapi kurban sehat dari peternak lokal.

Daging Sapi vs Kambing, Mana yang Lebih Aman untuk Kolesterol Menghadapi Idul Adha?

Daging Sapi vs Kambing, Mana yang Lebih Aman untuk Kolesterol Menghadapi Idul Adha?

Momen Idul Adha identik dengan berbagai olahan daging kurban mana yang lebih aman untuk kolesterol: daging sapi atau kambing?

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer