BATU - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Batu 2024 tinggal menghitung hari.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bakal segera merilis hasil pemetaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang masuk kategori rawan di Kota Batu.
Tujuannya untuk melakukan pengawasan intensif agar potensi pelanggaran di Kota Batu bisa ditekan.
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kota Batu Yogi Eka Chalid Farobi mengatakan proses pemetaan baru rampung 16 November lalu.
Namun, pihaknya masih enggan menyebut berapa banyak dan di mana lokasi TPS rawan tersebut.
Pasalnya, pihaknya masih akan membahas hasil pemetaan tersebut dalam rapat pleno.
“Saat ini rapatnya masih dijadwalkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Yogi mengatakan hasil pemetaan TPS rawan tersebut baru akan dirilis 20 November mendatang.
Dia menyebut kegiatan itu merupakan tindak lanjut Surat Edaran Nomor 112 Tahun 2024.
Yogi menyampaikan ada 302 TPS di Kota Batu.
Terdiri atas 137 TPS di Kecamatan Batu, 92 TPS di Kecamatan Bumiaji, dan 73 TPS di Kecamatan Junrejo.
Ada beberapa indikator untuk mengukur tingkat kerawanan TPS.
Di antaranya partisipasi pemilih, politik uang, politik SARA, keamanan, logistik, akses dan lokasi TPS, serta jaringan internet dan listrik.
Selain itu, dirinya mengaku netralitas menjadi perhatian utama dalam menentukan kerawanan TPS.
Untuk itu, netralitas anggota penyelenggara pemilu harus benar-benar dipastikan.
Yogi juga menyampaikan bila pemetaan TPS rawan juga akan menganalisis potensi kampanye selama masa tenang.
“Sebab, kampanye saat masa tenang kerap terjadi,” imbuhnya.
Sehingga, perlu pengawasan yang ketat untuk menjaga kekondusifan dan pencegahan pelanggaran tersebut.
Rencananya pihaknya juga akan melakukan patroli pengawasan partisipasi aktif. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana