MALANG, RADAR BATU - Piala Dunia 2026 mencetak sejarah baru dengan kelolosan dua negara debutan kecil, Curaçao dan Cape Verde. Kehadiran mereka membuktikan bahwa perluasan format turnamen menjadi 48 tim membuka ruang bagi keajaiban sepak bola dunia.
Rekor Baru Sejarah Turnamen
Curaçao resmi menjadi negara dengan populasi terkecil dalam sejarah Piala Dunia dengan jumlah penduduk hanya 150.000 jiwa. Negara Karibia ini mengunci tiket putaran final setelah secara mengejutkan memuncaki Grup B pada Putaran Ketiga kualifikasi zona CONCACAF.
Baca Juga: Mengenal Lamine Yamal, Wonderkid yang Diprediksi Bersinar di Piala Dunia 2026
Sementara itu, Cape Verde yang berpenduduk 500.000 jiwa lolos setelah menjuarai Grup D kualifikasi zona Afrika. Tim berjuluk The Blue Sharks ini menyingkirkan raksasa Kamerun dan memastikan tempat lewat kemenangan telak 3-0 atas Eswatini.
Menantang Para Raksasa Dunia
Undian fase grup langsung mempertemukan kedua tim underdog ini dengan para raksasa sepak bola Eropa. Curaçao akan menantang juara dunia empat kali, Jerman, pada laga pembuka Grup E di Houston.
Pada grup lain, Cape Verde bersiap menghadapi Spanyol di Atlanta untuk laga perdana Grup H. Kedua tim debutan ini mengandalkan kolektivitas pemain diaspora yang merumput di liga-liga Eropa.
Format Baru Membuka Peluang
Sistem kompetisi baru memberikan keuntungan strategis bagi tim-tim kecil untuk melaju lebih jauh. Regulasi teranyar mengizinkan peringkat ketiga terbaik grup untuk lolos ke babak 32 besar.
Kondisi tersebut membuat Curaçao dan Cape Verde tidak wajib mengalahkan tim raksasa. Mereka hanya perlu mencuri poin dari Jerman atau Spanyol, lalu mengincar kemenangan atas tim lain.
Kehadiran Curaçao dan Cape Verde membawa angin segar yang membongkar dominasi tim-tim besar tradisional. Kisah perjuangan kedua negara ini menegaskan bahwa kerja keras mampu melampaui keterbatasan ukuran populasi dan sejarah sepak bola.
Editor : Aditya Novrian