Banyak orang mengaku tidak tahan dengan bau pepaya matang yang menyengat. Aroma tersebut bahkan sering dikaitkan dengan bau belerang atau aroma asam yang terlalu kuat. Secara ilmiah, hal ini dipicu oleh kandungan enzim papain dan senyawa sulfur volatile yang muncul saat buah matang sempurna.
Selain aroma, tekstur pepaya juga menjadi alasan utama banyak orang tidak menyukainya. Daging buah yang terlalu lembek dan berair membuat sebagian orang merasa geli atau mual saat mengunyahnya. Rasa manis pepaya pun dianggap tanggung dibanding buah tropis lain seperti mangga atau semangka. Tak sedikit pula yang merasa ada sensasi getir atau gatal di lidah akibat sisa getah dan enzim aktif pada buah tersebut.
Baca Juga: Tempat di Kota Batu Ini Cocok Buat Menikmati Citylight
Padahal di balik kontroversinya, pepaya menyimpan segudang manfaat kesehatan. Kandungan serat dan enzim papain membantu melancarkan pencernaan serta mencegah sembelit. Pepaya juga kaya vitamin C dan vitamin A yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh, menjaga kesehatan kulit, hingga membantu produksi kolagen alami.
Selain itu, kandungan likopen dan kalium dalam pepaya dipercaya membantu menjaga kesehatan jantung serta menstabilkan tekanan darah. Oleh karena itu, pepaya sering direkomendasikan sebagai buah harian untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Bagi yang tetap tidak kuat dengan aroma pepaya, ada beberapa alternatif buah yang memiliki manfaat serupa, seperti buah naga, kiwi, pir, hingga apel. Buah-buahan tersebut sama-sama kaya serat dan baik untuk pencernaan, tetapi memiliki aroma dan tekstur yang lebih mudah diterima banyak orang.
Baca Juga: Tiga Besar Calon Sekda Kota Batu Diumumkan Pekan Depan
Editor : Aditya Novrian