Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Saling Kirim Video Meme di DM TikTok dan Instagram Kini Jadi Cara Gen Z Menjalin Kedekatan

Parahita Ade Kumala • Rabu, 13 Mei 2026 | 02:00 WIB
Ilustrasi aktivitas bersosial media (sumber foto: magnific)
Ilustrasi aktivitas bersosial media (sumber foto: magnific)
BATU, RADAR BATU – Cara Generasi Z (Gen Z) berkomunikasi di media sosial kini semakin berubah. Alih-alih saling berkirim chat , banyak anak muda lebih sering saling mengirim meme, reels, hingga video TikTok melalui direct message (DM).

Fenomena ini bahkan menjadi kebiasaan sehari-hari. Data Gitnux menunjukkan sebanyak 76 persen Gen Z menonton video pendek setiap hari di media sosial, sementara meme kini menjadi salah satu cara komunikasi yang paling sering digunakan anak muda setidaknya sekali dalam sehari.

Bagi Gen Z, mengirim meme atau video lucu bukan sekadar berbagi hiburan. Aktivitas tersebut kini menjadi bentuk perhatian sekaligus cara menjaga hubungan dengan teman, pasangan, maupun keluarga.

Baca Juga: 96 Keluarga Prasejahtera di Kota Batu Segera Terima Dana RTLH

Tidak sedikit anak muda yang merasa sebuah meme bisa lebih mewakili perasaan dibanding mengetik pesan panjang. Konten yang dianggap relate sering kali digunakan tanpa harus mengungkapkannya secara langsung.

Selain lebih praktis, komunikasi visual ini dinilai lebih cepat dan mudah dipahami. Meme maupun video singkat dianggap cocok dengan kebiasaan konsumsi konten Gen Z yang serba cepat dan ringkas.

Fenomena ini juga melahirkan budaya inside jokes dalam lingkaran pertemanan. Semakin sering seseorang saling mengirim meme tertentu, semakin kuat pula kedekatan emosional yang terbentuk di antara mereka.

Menariknya, banyak Gen Z kini lebih aktif berinteraksi lewat DM dan story dibanding mengunggah postingan di feed. Tren tersebut sering disebut sebagai zero post, yakni aktif di media sosial tanpa harus sering mengunggah kehidupan pribadi secara terbuka.

Di sisi lain, meme juga sering digunakan untuk menyampaikan emosi secara tidak langsung. Rasa sedih, cemas, hingga kesal kerap dibungkus dalam humor karena dianggap lebih nyaman dibanding percakapan emosional secara langsung.

Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi digital di kalangan Gen Z kini tidak lagi bergantung pada kata-kata panjang. Sebuah meme atau video singkat justru bisa menjadi bahasa baru untuk menjaga kedekatan di era media sosial.

Baca Juga: Wadahi Talenta Muda, 208 Kontingen SMP/MTs se-Kota Batu Unjuk Gigi di FLS3N

Editor : Aditya Novrian
#meme #Gen Z #sosial media #instagram #tiktok