Fenomena ini semakin marak karena banyak pengguna TikTok memotong adegan paling menarik dari drama yang sedang on going. Dalam durasi singkat, penonton langsung diperlihatkan momen paling emosional atau mengejutkan tanpa harus menonton episode penuh terlebih dahulu.
Klip seperti ini dinilai sangat efektif menarik perhatian karena langsung memberikan hook di awal video. Adegan romantis, pertengkaran, hingga ending menggantung sering dipilih agar penonton penasaran dengan kelanjutan ceritanya.
Baca Juga: Pemkot Batu Buru Penyerahan PSU 60 Perumahan
Selain itu, format video pendek juga lebih sesuai dengan kebiasaan pengguna media sosial saat ini. Durasi 15 hingga 45 detik membuat penonton lebih mudah tertarik tanpa merasa bosan.
Banyak klipper juga sengaja tidak mencantumkan judul drama di awal video. Hal ini membuat penonton berbondong-bondong mencari judul drama di kolom komentar karena penasaran dengan cerita lengkapnya.
Tidak hanya drama baru, TikTok juga membuat drama lama kembali ramai diperbincangkan. Banyak orang akhirnya mengetahui atau kembali tertarik menonton drama tertentu setelah potongan scenenya lewat di FYP.
Fenomena tersebut membuat TikTok kini dianggap lebih ampuh dibanding trailer resmi drama. Jika trailer biasanya menampilkan gambaran umum cerita, klipper justru langsung menampilkan adegan paling nendang dan ikonik dalam suatu judul.
Selain adegan yang menarik, penggunaan sound viral dan editing cepat juga membuat video lebih mudah masuk FYP. Subtitle dramatis, zoom in pada ekspresi pemain, hingga musik sedih atau romantis membuat penonton semakin terbawa suasana.
Akibatnya, tidak sedikit orang yang awalnya hanya melihat satu cuplikan akhirnya berujung maraton belasan episode. Banyak penonton bahkan mengaku mulai menonton drama tertentu murni karena sering muncul di TikTok.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial kini mengubah cara orang menemukan hiburan. Jika dulu penonton mencari drama lewat rekomendasi teman atau platform streaming, sekarang satu klip singkat di TikTok sudah cukup membuat seseorang penasaran untuk ikut menonton.
Baca Juga: Pemkot Batu Tawarkan Opsi Kompos Massal
Editor : Aditya Novrian