Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Koperasi Coosae Kota Batu Kembangkan Aplikasi AI Rantai Pasok

R
Tangkapan layar aplikasi Coosae.
Tangkapan layar aplikasi Coosae.

Advertisement

 

BATU, RADAR BATU - Koperasi Cooperative Smart Agriculture Ecosystem (Coosae) Kota Batu menggandeng Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk memperkuat rantai pasok hortikultura. Teknologi yang dikembangkan selama enam bulan terakhir itu mulai diterapkan kepada 78 petani dan peternak anggota koperasi sejak akhir Juni lalu.

Tujuan pengembangan aplikasi AI itu untuk mencatat kapasitas produksi, memantau harga pasar, hingga mempertemukan petani dengan pembeli secara lebih efisien. Ketua Koperasi Coosae Rakhmad Hardiyanto mengatakan aplikasi dirancang untuk memotong rantai distribusi. Dengan begitu, hasil panen dapat terserap langsung oleh pasar modern.

“Sistem ini membantu kami mencari pasar lebih dulu sehingga kebutuhan bisa dipetakan dan pasokan petani lebih terjamin. Saat ini kami rutin memasok kentang sekitar 500 kilogram ke Superindo,” ujarnya. Teknologi AI juga dimanfaatkan untuk menghitung potensi produksi, menentukan harga pokok secara lebih akurat, dan menjaga stabilitas harga.

Perubahan harga dirancang lebih terkendali agar tidak berfluktuasi tajam dalam waktu singkat. “Kami mengatur perubahan harga secara rasional, minimal dua minggu sekali. Fokus pasar kami adalah modern market seperti Superindo, dan saat ini juga menjajaki kerja sama dengan Lotte,” katanya.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi, Koperasi Coosae akan menggelar bimbingan teknis pada Agustus mendatang. Pelatihan tersebut menyasar pengurus koperasi dan petani, terutama petani muda.

Harapannya mereka nantinya mampu memanfaatkan teknologi digital dalam pengelolaan usaha tani. “Efektivitas sistem akan kami evaluasi bertahap dan hasilnya diperkirakan mulai terlihat pada akhir tahun,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan-KP) Kota Batu Hendry Suseno mengaku mendukung pengembangan tersebut melalui pendampingan kelompok tani dan gabungan kelompok tani yang bermitra dengan Coosae.

Advertisement

Artikel Terkait

Skema Permodalan Koperasi Pertanian dan UMKM Digodok

Skema Permodalan Koperasi Pertanian dan UMKM Digodok

Akses permodalan dan tata kelola yang belum optimal masih menjadi tantangan utama koperasi sektor pertanian dan UMKM di Kota Batu. Kondisi

Berkas Kasus Silmy Karim Dilimpahkan ke Jaksa, Segera Disidang

Berkas Kasus Silmy Karim Dilimpahkan ke Jaksa, Segera Disidang

Berkas kasus pemerasan izin tinggal WNA Silmy Karim dilimpahkan ke JPU, segera disidang.

Kenapa Falcon Pictures Pilih UB sebagai Lokasi Syuting 3726 MDPL, Ini Alasannya

Kenapa Falcon Pictures Pilih UB sebagai Lokasi Syuting 3726 MDPL, Ini Alasannya

Falcon Pictures memilih Universitas Brawijaya sebagai lokasi syuting film 3726 MDPL. Simak alasan di balik pemilihan lokasi ini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer