Fenomena ini dipicu maraknya konten review skincare, racun produk viral terus muncul di media sosial. Akibatnya, banyak anak muda tergoda membeli skincare hanya karena sedang ramai dibicarakan.
Padahal, terlalu sering mencoba produk baru justru bisa berdampak buruk bagi kulit. Salah satu masalah yang kini mulai banyak dialami adalah kerusakan skin barrier akibat penggunaan skincare berlebihan atau tidak sesuai kebutuhan kulit.
Skin barrier sendiri merupakan lapisan pelindung alami kulit yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi wajah dari iritasi. Saat lapisan ini rusak, kulit biasanya menjadi lebih sensitif, kemerahan, mudah berjerawat, terasa perih, hingga kering berlebihan.
Baca Juga: DPRD Kota Batu Soroti Vila dan Homestay Tak Berizin, Potensi Kebocoran PAD Dinilai Besar
Kebiasaan gonta-ganti skincare tanpa jeda menjadi salah satu penyebab utama. Banyak orang tergoda mencoba berbagai produk aktif seperti retinol, AHA, BHA, atau exfoliating toner secara bersamaan demi hasil instan. Padahal, kulit membutuhkan waktu adaptasi terhadap produk baru.
Selain berdampak pada kesehatan kulit, fenomena FOMO skincare juga membuat pengeluaran anak muda semakin membengkak. Produk viral yang terus bermunculan sering memicu perilaku belanja impulsif karena takut tertinggal tren.
Di sisi lain, media sosial juga membentuk standar kulit ideal yang sulit dicapai. Konten dengan filter dan pencahayaan tertentu membuat banyak orang merasa harus memiliki kulit mulus tanpa tekstur agar dianggap menarik.
Padahal, tidak semua skincare viral cocok untuk setiap jenis kulit. Kulit setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Mengikuti tren tanpa memahami kandungan produk justru berisiko memperburuk kondisi wajah.
Kini, sebagian anak muda mulai beralih ke konsep basic skincare atau skin minimalism. Fokusnya bukan lagi memakai banyak produk, melainkan menjaga kesehatan kulit dengan skincare dasar dan sesuai kebutuhan.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana media sosial tidak hanya memengaruhi gaya hidup, tetapi juga cara anak muda memandang standar kecantikan dan perawatan diri.
Baca Juga: Sering Bertema CEO, Drama Cina Bikin Standar Jodoh Anak Muda Setinggi Langit
Editor : Aditya Novrian