Namun seiring bertambahnya usia penonton, cara pandang terhadap karakter ini mulai berubah. Banyak orang yang mulai bertumbuh dewasa kini justru merasa lebih relate dengan Squidward dibanding karakter lain di SpongeBob SquarePants.
Squidward digambarkan sebagai sosok yang menjalani pekerjaan bukan karena keinginan, tetapi karena kebutuhan. Ia terjebak dalam rutinitas yang tidak sesuai passion, di mana ia ingin menjadi seniman, malah terjebak menjadi kasir bersama orang-orang yang berisik. Sesuatu yang juga banyak dirasakan oleh anak muda saat ini.
Selain itu, sifatnya yang lebih suka menyendiri dan menikmati waktu sendiri kini justru dipahami sebagai bentuk menjaga kesehatan mental. Kini banyak orang yang mulai tumbuh dewasa merasa lebih nyaman dengan me time dibanding harus terus berada keramaian.
Baca Juga: Kandas di PN Malang, Warga Sumberejo Kota Batu Konsolidasi Susun Gugatan Baru
Rasa lelah dan jenuh yang sering ditampilkan Squidward juga dianggap realistis. Ia mencerminkan kondisi ketika seseorang memiliki mimpi besar, tetapi harus berhadapan dengan realitas hidup yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Tidak hanya itu, perasaan kurang dihargai dan sulitnya mendapat ruang untuk berkembang juga menjadi alasan mengapa karakter ini terasa relate. Banyak anak muda mengalami hal serupa, terutama di tengah tuntutan sosial dan dunia kerja yang kompetitif.
Fenomena ini ramai dibahas di media sosial, bahkan sering muncul anggapan bahwa semakin dewasa, ternyata Squidward tidak semenyebalkan itu. Malah kehidupan seperti Squidward lebih dibutuhkan saat dewasa.
Perubahan perspektif ini menunjukkan bahwa karakter yang dulu dianggap menyebalkan, ternyata menyimpan sisi realistis yang baru dipahami saat seseorang mengalami kehidupan dewasa.
Squidward menjadi cerminan kehidupan orang dewasa yang sering burnout, kelelahan, tak sesuai harapan, dan mendambakan ketenangan yang banyak dirasakan dan diharapkan oleh banyak orang hari ini.
Baca Juga: Peringati Hardiknas, Pemkot Batu Genjot Kualitas SDM Lewat Program Seribu Sarjana
Editor : Aditya Novrian