Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Seni Hidup Bodo Amat, Cara Anak Muda Lepas dari Rasa Insecure

Parahita Ade Kumala • Minggu, 3 Mei 2026 | 06:00 WIB
Ilsutrasi hidup yang bodo amat  (sumber  foto: magnific)
Ilsutrasi hidup yang bodo amat (sumber foto: magnific)
BATU, RADAR BATU – Di era media sosial yang serba cepat, banyak anak muda merasa semakin mudah membandingkan diri dengan orang lain. Apa yang dilihat setiap hari, mulai dari pencapaian, penampilan, hingga gaya hidup, sering kali tanpa sadar memicu rasa insecure.

Paparan konten yang terus-menerus membuat standar ideal semakin tinggi. Akibatnya, tidak sedikit anak muda yang merasa tertinggal, kurang cukup, bahkan kehilangan kepercayaan diri.

Di tengah kondisi tersebut, muncul cara pandang baru yang mulai banyak diterapkan, yaitu seni hidup bodo amat. Bukan berarti tidak peduli sama sekali, tetapi lebih kepada kemampuan memilah mana hal yang layak dipikirkan dan mana yang sebaiknya dilepaskan.

Baca Juga: Keliling Dunia di Museum Angkut, Ini yang Bisa Kamu Temukan!

Konsep ini sejalan dengan gagasan dalam buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat yang menekankan pentingnya fokus pada hal-hal yang benar-benar berarti dalam hidup. Tidak semua hal perlu dipikirkan atau direspons secara berlebihan.

Dengan bersikap lebih selektif terhadap apa yang dianggap penting, seseorang bisa mengurangi tekanan mental. Terutama dalam menghadapi ekspektasi sosial yang sering kali tidak realistis.

Selain itu, sikap ini juga membantu anak muda lebih menerima diri sendiri. Tidak lagi terjebak dalam standar orang lain, tetapi mulai memahami bahwa setiap orang punya proses dan waktunya masing-masing.

Namun, penting dipahami bahwa bodo amat bukan berarti apatis atau masa bodoh terhadap kehidupan. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk kontrol diri agar tidak terus-menerus terbebani oleh hal-hal di luar kendali diri.

Baca Juga: Meninjau Kembali “Ruh” Pendidik di Era Modern

Beberapa cara sederhana bisa mulai diterapkan, seperti membatasi konsumsi media sosial, tidak mudah membandingkan diri, serta lebih fokus pada perkembangan pribadi.

Dengan begitu, rasa insecure perlahan bisa dikendalikan. Hidup pun terasa lebih ringan karena tidak lagi dipenuhi tuntutan yang tidak perlu.

Seni hidup bodo amat bukan soal mengabaikan segalanya. Melainkan tentang memilih dengan sadar apa yang layak dipikirkan, demi menjaga kesehatan mental di tengah tekanan zaman.

Baca Juga: Jalur Pendakian Arjuno–Welirang via Sumberbrantas Dibuka 7 Mei, Pemesanan Tiket Mulai 4 Mei

Editor : Aditya Novrian
#Hidup Santai #santai #lifestyle