Fenomena ini muncul ketika banyak mahasiswa dan pekerja muda yang tinggal jauh dari keluarga harus mengatur pengeluaran secara mandiri agar tetap bertahan di perantauan.
Frugal living bukan sekadar hidup hemat, melainkan pola hidup yang berfokus pada prioritas kebutuhan dibanding keinginan, serta penggunaan uang secara terencana dan efisien.
Baca Juga: Dapat Suntikan Rp580 Juta, KDMP di Batu Masih Kelimpungan Cari Pasar
Menurut penelitian dalam jurnal manajemen keuangan, frugal living merupakan pola hidup yang menekankan kesederhanaan, efisiensi, serta kemampuan menunda keinginan demi tujuan jangka panjang. Hal ini membuat seseorang lebih terarah dalam mengelola pengeluaran.
Bagi anak rantau, kondisi ini menjadi relevan karena mereka harus memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, tempat tinggal, hingga biaya pendidikan tanpa bergantung penuh pada orang tua.
Penelitian lain menunjukkan bahwa frugal living menjadi solusi bagi mahasiswa perantau dalam menghadapi tingginya biaya hidup di kota besar. Gaya hidup ini membantu mereka bertahan sekaligus membentuk kebiasaan finansial yang lebih disiplin.
Penerapan frugal living bisa dimulai dari hal sederhana. Misalnya, memasak sendiri, mengurangi jajan berlebihan, hingga membatasi pembelian barang yang tidak terlalu dibutuhkan.
Selain itu, kontrol terhadap kebiasaan belanja juga menjadi kunci, terutama di era digital yang memudahkan transaksi dan sering memicu perilaku konsumtif secara impulsif.
Berdasarkan penelitian, frugal living juga mampu meningkatkan kebiasaan menabung serta mengurangi perilaku konsumtif pada mahasiswa . Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup ini tidak hanya berdampak pada kondisi keuangan, tetapi juga pola pikir.
Fenomena ini semakin berkembang di kalangan Gen Z yang mulai menyadari bahwa pengelolaan keuangan merupakan bagian penting dari kualitas hidup jangka panjang.
Dengan begitu, frugal living bukan berarti pelit, melainkan cara cerdas untuk bertahan dan mengatur keuangan. Bagi anak rantau, kebiasaan ini bisa menjadi kunci untuk hidup lebih tenang dan terkontrol.
Editor : Aditya Novrian