Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswa Baru Perlu Tahu, Ini Cara Mengatur SKS agar Tidak Kewalahan

C
Penulis: Choirun Nisa❯
Mahasiswa sedang mengikuti jam kelas (Sumber: Masoem University)
Mahasiswa sedang mengikuti jam kelas (Sumber: Masoem University)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Menyusun Kartu Rencana Studi (KRS) menjadi salah satu hal yang harus dipahami mahasiswa baru sejak awal perkuliahan. Tidak sedikit mahasiswa yang tergoda mengambil SKS sebanyak mungkin agar bisa lulus lebih cepat. Padahal, jumlah SKS yang terlalu banyak tanpa perencanaan yang matang justru dapat membuat tugas menumpuk, nilai menurun, hingga memicu kelelahan akademik. Pengambilan SKS sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan belajar, aktivitas di luar kuliah, serta target akademik yang ingin dicapai.

Sesuaikan Jumlah SKS dengan Kemampuan Diri

SKS atau Sistem Kredit Semester merupakan satuan yang digunakan perguruan tinggi untuk mengukur beban studi mahasiswa. Secara umum, mahasiswa mengambil sekitar 18 hingga 24 SKS dalam satu semester. Meski demikian, jumlah maksimal SKS tidak selalu harus diambil seluruhnya. Mahasiswa yang aktif berorganisasi, bekerja paruh waktu, mengikuti penelitian, atau memiliki kegiatan lain di luar kampus perlu mempertimbangkan kemampuan membagi waktu sebelum menentukan jumlah mata kuliah yang akan diambil.

Dari laman Ma’soem University, mengambil terlalu banyak SKS dapat membuat mahasiswa kewalahan menghadapi tugas, praktikum, maupun ujian. Sebaliknya, memilih jumlah SKS yang sesuai kapasitas dapat membantu menjaga fokus belajar dan memperoleh hasil akademik yang lebih optimal.

Prioritaskan Mata Kuliah Wajib dan Prasyarat

Advertisement

Selain mempertimbangkan jumlah SKS, mahasiswa juga perlu memperhatikan jenis mata kuliah yang akan diambil. Dilansir dari eduNitas, mata kuliah wajib dan mata kuliah prasyarat sebaiknya menjadi prioritas utama dalam penyusunan KRS.

Beberapa mata kuliah hanya dapat diambil jika mahasiswa telah lulus mata kuliah tertentu pada semester sebelumnya. Jika mata kuliah prasyarat tertunda, proses studi juga berpotensi ikut terhambat.

Karena itu, mahasiswa disarankan menyusun rencana studi sejak awal dengan mempertimbangkan alur kurikulum. Setelah mata kuliah wajib terpenuhi, mahasiswa dapat memilih mata kuliah pilihan yang mendukung minat, bakat, maupun rencana karier di masa depan.

Manfaatkan Konsultasi Akademik dan Jaga Keseimbangan

Mahasiswa baru sering kali belum memahami strategi pengambilan SKS yang tepat. Oleh sebab itu, dosen pembimbing akademik dapat menjadi tempat konsultasi sebelum mengisi KRS setiap semester.

Dosen pembimbing dapat membantu mahasiswa menentukan beban studi yang sesuai, mengevaluasi hasil belajar semester sebelumnya, serta memberikan arahan terkait target akademik yang ingin dicapai.

Selain itu, mahasiswa juga perlu menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan nonakademik. Jadwal kuliah yang terlalu padat tanpa jeda dapat menyebabkan kelelahan dan menurunkan produktivitas belajar.

Advertisement

Artikel Terkait

Belajar Sistem Kebut Semalam Masih Saja Dilakukan? Ini Dampaknya bagi Pemahaman Materi

Belajar Sistem Kebut Semalam Masih Saja Dilakukan? Ini Dampaknya bagi Pemahaman Materi

Sistem kebut semalam (SKS) masih menjadi kebiasaan yang sering dilakukan pelajar dan mahasiswa menjelang ujian maupun tenggat tugas.

Saksi Kematian Mahasiswa S3 UB di Kota Batu Bertambah Menjadi 49 Orang

Saksi Kematian Mahasiswa S3 UB di Kota Batu Bertambah Menjadi 49 Orang

Polres Batu telah memeriksa 49 saksi dalam penyelidikan kematian mahasiswa S3 di Sungai Clumprit. Penyidikan masih berlangsung.

300 Pendaftar Beasiswa Seribu Sarjana di Kota Batu Dipastikan Tersingkir

300 Pendaftar Beasiswa Seribu Sarjana di Kota Batu Dipastikan Tersingkir

Sebanyak 700 mahasiswa mendaftar Beasiswa Seribu Sarjana Kota Batu 2026. Hanya 400 penerima, sehingga 300 peserta gugur.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer