BATU - Target ambisius dipatok Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu untuk jumlah kunjungan wisata selama libur panjang Lebaran tahun ini. Sebanyak 48 Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) diproyeksikan menyedot 1 juta wisatawan selama momen high season tersebut. Tentu itu menjadi angin segar di tengah anjloknya kunjungan wisata tahun lalu.
Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto menyebut prediksi itu bukan tak berdasar. Dia menilai momen libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1447 H tahun ini cukup unik. Alasannya karena berdekatannya momen Lebaran dua agama yang berbeda yakni Islam dan Hindu. Selisihnya hanya satu hari saja
BACA JUGA: Godok RKPD 2027, Pemkot Batu Pilah Usulan Mendesak Tiap Kecamatan
Kondisi itu disebut bisa mengubah peta pergerakan wisatawan secara nasional. “Ada kemungkinan pergeseran pergerakan wisatawan yang semula merencanakan liburan ke Bali, justru beralih ke wilayah Jawa Timur," ujarnya.
Pergeseran tersebut menjadi peluang besar bagi Kota Batu untuk menyerap limpahan kunjungan wisata dari luar provinsi. Mengingat Kota Batu menjadi satu-satunya daerah dengan branding wisata yang kuat di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur.
BACA JUGA: Tak Mau Ditinggal Pembeli, Pasar dan Mal di Kota Batu Sama-Sama Andalkan Promosi Digital
Keyakinan akan 1 juta wisatawan tersebut juga didasari pada data tahun lalu. Pada 2025, volume kendaraan yang masuk mencapai 240 ribu unit per hari. Tingginya mobilitas tersebut kerap berbanding lurus dengan realisasi kunjungan wisata.
Meski sempat ada isu penurunan daya beli, Onny menyebut tren kunjungan masih menunjukkan angka yang stabil dan kompetitif. Dia mengakui sejumlah ODTW memang mengalami penurunan. Namun sejauh ini, peningkatan ODTW lain bisa menutupnya.
“Tahun ini sampel perhitungan juga akan ditambah, dari sebelumnya 45 ODTW kini menjadi 48,” ujarnya. Penambahkan objek wisata baru tahun ini seperti Durian Fantasi (Dufan) hingga Batu Ekonomis Park juga menambah optimistis terhadap capaian target yang ada.
“Di tambah lagi muncul juga Mikutopia di kawasan Desa Tulungrejo yang sudah mulai diuji coba dan dibuka secara terbatas,” katanya. Di samping itu, Onny menekankan pentingnya aspek legalitas dan keselamatan melalui penerapan standar usaha pariwisata berbasis risiko.
BACA JUGA: Panen Susut, Permintaan Naik, Harga Apel di Kota Batu Melonjak
Hal itu diselaraskan dengan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 4 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Pariwisata. Pengawasan diperketat, terutama terhadap wisata buatan.
Mantan Kepala Diskominfo itu mengimbau kepada seluruh pemilik tempat wisata untuk melakukan uji petik keamanan dan kelaikan fasilitas secara berkala. Hal itu krusial bagi wahana dengan tingkat risiko tinggi.
Dengan begitu, perbaikan segera bisa dilakukan apabila ditemukan potensi kerusakan. “Kami juga sudah berkeliling untuk meninjau persiapan masing-masing destinasi wisata di seluruh Kota Batu,” katanya.
Selain aspek teknis mesin, kecukupan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang keamanan juga perlu ditambah. Penambahan personel itu dinilai penting untuk mengawasi operasional wahana secara realtime selama masa puncak kunjungan.
Kesiapan mental dan fisik petugas di lapangan menjadi kunci untuk mencegah terjadinya insiden di area wisata. Terakhir, Onny mengingatkan para pengelola untuk tetap memperhitungkan kemampuan kapasitas daya tampung wahana.
“Jangan sampai demi mengejar target pengunjung, aspek kenyamanan dan keamanan terabaikan karena kondisi yang terlalu berdesakan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Manager Marketing and Public Relations Jawa Timur Park Group Titik S Arianto memastikan seluruh wahana telah menjalani perawatan intensif selama bulan puasa. Perbaikan rutin dan berkala sudah dilakukan untuk memastikan seluruh fasilitas mampu mengakomodasi tamu dengan standar keamanan yang ketat.
“Khusus libur Lebaran ini, kami juga menyuguhkan inovasi baru di setiap destinasi,” katanya. Di antaranya, Coaster Idul Fitri dan spot foto bertemakan Pesona Idul Fitri di Kota Batu yang menjadi paket komplit merayakan Lebaran di destinasi Jawa Timur Park Group.
Selain wahana, Titik mengaku juga menawarkan destinasi ramah kantong seperti kehadiran Batu Ekonomis Park dan Carnival Jawa Timur Park 3. Di sana pengunjung bisa menikmati wahana dengan harga mulai Rp15-30 ribu. “Kami ingin menyasar seluruh lapisan masyarakat selama berlibur di Kota Batu,” tandasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan