Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sampah Pasar Induk Among Tani Kota Batu Bakal Jadi Biogas

Rori Dinanda Bestari • Senin, 27 April 2026 | 19:20 WIB
BAKAL DIOLAH: Salah seorang petugas bersiap melakukan penyemprotan sampah di Pasar Induk Among Tani Batu beberapa waktu lalu.
BAKAL DIOLAH: Salah seorang petugas bersiap melakukan penyemprotan sampah di Pasar Induk Among Tani Batu beberapa waktu lalu.

 

BATU, RADAR BATU - Ketergantungan pada tempat pembuangan akhir (TPA) mulai ditinggalkan. Pemkot Batu berencana menyiapkan pengolahan sampah organik menjadi biogas di Pasar Induk Among Tani. Selama ini, sampah pasar masih diangkut ke TPA Tlekung. Pola itu dinilai tidak efisien dan berisiko dalam jangka panjang. Karena itu, limbah organik akan diolah langsung di sumber melalui instalasi biodigester.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan konsep tersebut sedang dimatangkan. Rencananya, proyek diajukan pada 2027 melalui skema pendanaan Local Service Delivery Project (LSDP). “Kami optimistis pengelolaan bisa dilakukan dengan pola sekali angkut dan sekali proses. Sampah organik selesai di tempat dan langsung bermanfaat,” ujarnya.

BACA JUGA: Euforia Kartini, Peserta Zumba CFD MBatu Sae Kota Batu Kompak Kenakan Kebaya

Biogas yang dihasilkan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan operasional pasar. Fokus utama ada di zona kuliner lantai tiga dan fasilitas kamar mandi umum. Skema ini diharapkan menekan biaya energi sekaligus memperkuat konsep pasar ramah lingkungan. Langkah tersebut dinilai relevan dengan arah pengembangan Pasar Among Tani sebagai mal UMKM dan destinasi wisata belanja.

Ketersediaan energi mandiri menjadi nilai tambah dalam mendukung aktivitas ekonomi. Tak hanya untuk pasar, manfaat energi juga diarahkan ke warga sekitar. Selama ini, mereka terdampak bau dan aliran air lindi dari tumpukan sampah. “Kami ingin energi ini juga dirasakan warga sekitar. Itu yang kami utamakan,” kata Dian.

BACA JUGA: Progres Pemindahan Sisa Tutup U-Ditch Pasar Induk 50 Persen, Talang Masih Belum Dimulai

Secara kapasitas, TPA Tlekung masih mampu menampung sampah pasar. Namun, pendekatan ini dianggap lebih strategis untuk jangka panjang. Selain mengurangi beban TPA, sistem ini juga meningkatkan efisiensi pengelolaan. Saat ini, koordinasi dilakukan dengan pengelola pasar dan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

Penataan difokuskan pada area parkir belakang yang akan menjadi lokasi pembangunan biodigester. Area tersebut harus ditata ulang agar tidak mengganggu sirkulasi kendaraan dan aktivitas pedagang. “Kami butuh ruang yang representatif. Penataan harus rapi agar pelaksanaan tidak mengganggu aktivitas pasar,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#sampah menggunung #biogas #Pasar Induk Among Tani