Talang Pasar Among Tani Kembali Bocor, Proyek Masih Masa Pemeliharaan, Penyedia Dikejar Tanggung Jawab

Zanadia Manik Fatimah • Dipublikasikan Minggu, 19 April 2026 | 12:31 WIB
DIPASANG PLASTIK: Imbas talang air bocor, pedagang di Zona 8 berinisiatif memasang plastik penahan hujan sejak beberapa hari lalu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU
DIPASANG PLASTIK: Imbas talang air bocor, pedagang di Zona 8 berinisiatif memasang plastik penahan hujan sejak beberapa hari lalu. ZANADIA MANIK FATIMAH/RADAR BATU

 

BATU - Proyek perbaikan talang air dan drainase Pasar Induk Among Tani Kota Batu kembali disorot. Meski masih dalam masa pemeliharaan, kerusakan sudah muncul di sejumlah titik dan memicu keluhan pedagang.

Data lapangan menunjukkan sedikitnya tujuh titik talang mengalami kebocoran. Kondisi ini diperparah dengan material sisa proyek yang belum dibersihkan dan masih tersebar di berbagai sudut pasar.

BACA JUGA Dilantik Jadi Kades Torongrejo, Takim Siap Tinggalkan Kursi Pengawas SMP Kota Batu

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Batu, Ferly Syahrudin, menegaskan proyek masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa.

“Masih masa pemeliharaan, jadi penyedia wajib memperbaiki tanpa anggaran baru,” ujarnya.

BACA JUGA Jalur Klemuk Bakal Dihapus dari Google Maps

Jika ditelusuri, proyek ini dimulai pada Agustus 2025 dan sempat terhenti akibat kecelakaan kerja. Pekerjaan dilanjutkan pada Oktober, dengan talang selesai di bulan yang sama dan drainase rampung pada Januari 2026.

Namun, kerusakan mulai muncul sejak Februari dan semakin parah saat memasuki musim hujan pada Maret hingga April.

Pemerintah kini terus berkoordinasi dan menagih komitmen penyedia agar segera melakukan perbaikan.

BACA JUGA Masa Depan Pertanian di Tengah Gejolak Alih Fungsi Lahan (20)

Di tengah kondisi tersebut, pedagang mendesak agar penanganan dilakukan secepatnya. Selain memperbaiki talang, mereka juga meminta material sisa proyek segera dipindahkan agar tidak mengganggu aktivitas ekonomi.

Jika tidak segera ditangani, proyek ini berpotensi menjadi beban baru bagi kenyamanan pasar sekaligus menurunkan kepercayaan publik terhadap kualitas pekerjaan infrastruktur.

Editor : Fajar Andre Setiawan
pasar among tani batu talang air talang air bocor