KOTA BATU, RADAR BATU – Destinasi wisata Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, tengah menjadi sorotan tajam netizen. Pada Jumat (3/4) sekitar pukul 11.30, sebuah insiden kecelakaan wahana mencuat setelah akun TikTok @madesyaki02 milik Iva Kartika Sari viral.
Salah satu saksi mata, Iva Kartika Sari, mengungkapkan sebuah wahana putar bertajuk Tiram untuk dewasa dan anak-anak mengalami kerusakan saat sedang beroperasi. Iva menceritakan, situasi saat itu tengah sangat ramai antrean pengunjung. Tiba-tiba, sebuah komponen wahana diduga patah.
Insiden tersebut memicu kepanikan, bahkan suami Iva yang saat itu berada di dekat area toilet langsung spontan meloncat pagar untuk menolong korban agar wahana segera berhenti. "Refleks loncat pagar biar wahananya berhenti karena kejadiannya pas di depan mata," ujarnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan kesaksiannya, seorang anak kecil menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian, anak itu terdengar berteriak kencang akibat syok. Beruntung, banyak pengunjung lain yang juga sigap membantu mengevakuasi korban di lokasi.
Iva menyebut, tak lama setelah kejadian tersebut, seluruh operasional wahana sempat dihentikan sementara karena petugas di lokasi bersiap melaksanakan salat Jumat. “Setelah itu sudah tidak tahu karena suami mengajak pulang karena tidak boleh lagi naik wahana,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, membenarkan adanya kerusakan teknis pada wahana Tiram pada Jumat (3/4). Namun, ia menegaskan peristiwa tersebut dapat diatasi dengan cepat oleh petugas di lapangan. "Memang ada kerusakan wahana Tiram pukul 11.30, tetapi bisa diatasi secara cepat," jelasnya.
Panji menyebut wahana Tiram bukan wahana ekstrem, melainkan wahana ringan untuk anak-anak. Bahkan, dirinya juga memastikan tidak ada korban luka maupun komplain resmi setelah kejadian tersebut.
"Terbukti dari catatan log medis harian kami, tidak tercatat adanya korban di wahana tersebut. Kami pastikan dulu semua pengunjung tidak mengalami keluhan medis. Secara keseluruhan tidak ada masalah serius terhadap pengunjung," imbuhnya.
Panji berdalih, kerusakan tersebut merupakan dampak dari tingginya antusiasme pengunjung di objek wisata yang baru dibuka ini. Menurutnya, kerusakan pada wahana di tengah padatnya arus wisatawan adalah hal yang wajar, namun tetap menjadi bahan evaluasi serius. "Tidak ada kesalahan teknis dalam menjalankan wahana,” tegasnya.
Pasca-insiden, manajemen langsung melakukan perbaikan menyeluruh pada komponen yang patah. Panji memastikan wahana Tiram sudah kembali beroperasi secara optimal sejak Sabtu (4/4). Pihaknya pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
"Saat sudah beroperasi optimal tanpa ada kecacatan,” tandas dia.
Penulis: Rori Dinanda Bestari
Editor : A. Nugroho