TEMAS, RADAR BATU - Kerusakan talang air di Pasar Induk Among Tani yang kembali muncul kurang dari enam bulan setelah diperbaiki memunculkan tanda tanya soal kualitas pekerjaan. Pemerintah Kota Batu kini menunggu kepastian klaim garansi dari penyedia jasa sebelum mengambil langkah lanjutan.
Kerusakan itu terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya langsung terasa. Sejumlah pedagang terpaksa memasang plastik secara mandiri untuk mengantisipasi kebocoran saat hujan. Kepala Bidang Perdagangan Diskumperindag Kota Batu Andry Yunanto mengatakan pihaknya masih mengonfirmasi status garansi pekerjaan.
BACA JUGA Kandang Babi di Permukiman Dikeluhkan, Warga Soroti Dampak Kesehatan dan Lingkungan
“Sebab, masa sejak perbaikan pada triwulan IV tahun lalu belum genap satu tahun. Kami pastikan dulu apakah masih masuk masa pemeliharaan penyedia,” ujarnya. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu sebagai penanggung jawab proyek sebelumnya.
Diskumperindag sebagai pengelola pasar menilai perlu ada kepastian, apakah kerusakan dapat ditangani melalui mekanisme garansi atau tidak. Secara teknis, kerusakan talang air dinilai tidak bisa dibiarkan. Kebocoran berpotensi mengganggu aktivitas perdagangan, terutama saat curah hujan tinggi.
BACA JUGA Destinasi Wisata Wajib Ramah Difabel dan Minim Polusi, Pakar Pariwisata UM: Jangan Sekadar Indah
Risiko genangan dan rembesan air dapat berdampak pada kenyamanan hingga keamanan area pasar. Selain itu, evaluasi teknis juga disiapkan. Andry menyebut pemasangan talang air sangat menentukan kelancaran aliran. Ketidaktepatan kemiringan atau posisi dapat membuat air tertahan, memicu genangan, lalu mempercepat keropos dan kebocoran.
“Kalau tidak presisi, air tidak mengalir sempurna dan justru merusak konstruksi,” katanya.
BACA JUGA Berselang Hanya 5 Menit Ada Dua Kecelakaan Beruntun di Kota Batu, Jalur Klemuk Kembali Disorot
Meski perbaikan dipastikan tetap memungkinkan, keputusan pelaksanaan masih menunggu arahan pimpinan serta kejelasan tanggung jawab penyedia jasa.
Editor : Fajar Andre Setiawan