BATU - Dinamika penjualan buah di Kota Batu pada momen Ramadan tahun ini menunjukkan tren yang kontradiktif dibanding tahun lalu. Jika sebelumnya cuaca panas menjadi berkah bagi pedagang, kini hujan angin yang kerap terjadi justru membuat serapan buah untuk bahan baku takjil dan jus tidak sekencang biasanya.
Sri Astuti, salah seorang pedagang di Pasar Induk Among Tani mengungkapkan faktor cuaca sangat memengaruhi minat beli masyarakat. Tahun lalu, cuaca panas yang konsisten membuat permintaan buah segar untuk bahan baku jus cukup tinggi. Sekarang, hujan yang kerap turun saat sore seringkali membuyarkan rencana warga untuk berburu buah di pasar.
“Kalau hujan, jualan takjil juga tidak laku jadi penjual takut stok buah terlalu banyak,” terangnya. Hal itu berdampak langsung pada perputaran barang di tingkat pedagang eceran yang cenderung melambat. Apalagi, stok buah segar juga terbatas lantaran banyaknya petani gagal panen akibat cuaca ekstrem.
Kondisi itu diperparah karena melonjaknya harga modal akibat adanya serapan pasar untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program itu membuat stok buah seperti jeruk dan pisang lebih banyak terserap langsung dari tingkat petani sebelum masuk ke pasar tradisional. Fenomena itu menyebabkan kelangkaan stok di lapak-lapak pedagang.
Atas fenomena itu otomatis harga di pasaran sulit untuk ditekan. Komoditas seperti blewah, semangka, dan nanas tetap menjadi primadona untuk bahan baku aneka olahan es. Harga blewah saat ini terpantau berada di angka Rp10 ribu per kilogram.
Nilai jualnya sempat turun dari harga sebelumnya yang menyentuh Rp14 ribu. Meski begitu, harga itu masih dianggap tinggi jika dibandingkan harga normal yang biasanya hanya dipatok Rp8 ribu per kilogram.
Pedagang lainnya Dianawati mengaku, fluktuasi harga juga terjadi pada komoditas semangka dan alpukat. Untuk semangka ukuran super, harga saat ini berkisar antara Rp 14-15 ribu per kilogram. Padahal tahun lalu hanya Rp8 ribu saja. “Untuk alpukat, harganya relatif stabil di angka Rp25-35 ribu tergantung ukuran buah yang tersedia,” pungkasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho