BUMIAJI - Cuaca ekstrem di Kota Batu kembali memicu terjadinya bencana tanah longsor. Sebuah plengsengan teknis penahan bangunan pendopo milik aset Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, dilaporkan ambrol setelah tidak kuat menahan tekanan tanah dan debit air yang tinggi pada Senin petang (2/3).
Namun, kerusakan konstruksi itu baru diketahui pada Selasa sore (3/3) sekitar pukul 16.00. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Suwoko menjelaskan dimensi terdampak longsor cukup besar. Plengsengan teknis memiliki dimensi panjang 8 meter dan tinggi 3 meter.
“Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan konstruksi ini mengancam stabilitas bangunan pendopo di atasnya,” terangnya. Suwoko mengaku segera menerjunkan personel untuk kaji cepat dan koordinasi lintas sektor. Beberapa upaya yang dilakukan seperti pemasangan terpal di titik longsoran untuk mencegah penggerusan tanah lebih lanjut oleh air hujan.
“Kami juga mengerahkan relawan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Tulungrejo, dan agen informasi bencana untuk pemantauan lokasi secara berkala,” ujarnya. Di samping itu, koordinasi terus dilakukan untuk merumuskan perbaikan secara permanen.
Suwoko menambahkan kegiatan Asesmen Awal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (A2R2) juga dilakukan di beberapa titik terdampak cuaca ekstrem lainnya di wilayah Kecamatan Bumiaji. "Pendataan kerusakan terus diintensifkan guna menyusun perencanaan rehabilitasi pascabencana," jelasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho