Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Antisipasi Inflasi, Pemerintah Kota Batu Gelar Pangan Murah di Tiga Kecamatan

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 4 Maret 2026 | 10:53 WIB

TEKAN INFLASI: Wali Kota Batu Nurochman meninjau Gerakan Pangan Murah di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji kemarin (3/3).
TEKAN INFLASI: Wali Kota Batu Nurochman meninjau Gerakan Pangan Murah di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji kemarin (3/3).

BUMIAJI - Tekanan kenaikan harga pangan mulai terasa sejak memasuki Ramadan. Untuk meredam gejolak tersebut, Pemerintah Kota Batu menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di tiga kecamatan. Program intervensi pasar untuk mengantisipasi inflasi itu sudah dimulai kemarin (3/3) di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji.

Program ini bertujuan agar masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau saat permintaan meningkat. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Batu Hendry Suseno mengatakan, GPM juga dirancang memperpendek rantai distribusi pangan.

“Kami berupaya memutus rantai spekulasi harga yang sering muncul saat hari besar keagamaan,” ujarnya. Menurut Hendry, kenaikan harga pangan dalam beberapa waktu terakhir tidak lepas dari faktor cuaca ekstrem. Kondisi tersebut memicu serangan hama dan penyakit tanaman sehingga sejumlah komoditas berisiko mengalami penurunan produksi.

Dalam GPM tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dari pasar. Beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual Rp55 ribu per kemasan, lebih murah dari harga normal sekitar Rp60 ribu. Telur ayam dijual Rp29 ribu per kilogram, turun dari harga pasar sekitar Rp32 ribu.

Sementara itu, bawang merah dan bawang putih dipatok Rp28 ribu per kilogram, lebih rendah dari harga pasar yang berkisar Rp30-33 ribu. Daging ayam ras dijual Rp17 ribu per setengah kilogram, atau setara Rp34 ribu per kilogram, lebih murah dari harga pasar yang kini menyentuh Rp40 ribu per kilogram.

“Termasuk minyak goreng merek Minyakita yang mulai langka di pasar. Di sini kami sediakan dengan harga di bawah HET,” kata Hendry. Setelah di Desa Bulukerto, kegiatan dilanjutkan hari ini (4/3) di Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, dan 5 Maret di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo.

Wali Kota Batu Nurochman memastikan bahan pangan yang dijual tetap memenuhi standar kualitas meski harganya lebih rendah. Pemerintah kota bekerja sama dengan Bulog dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) untuk memastikan ketersediaan pasokan. “Seperti hari ini, beras dari Bulog langsung sekitar enam ton kami distribusikan,” pungkasnya. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#gpm #SPHP #DistanKP Batu #cuaca eksrem