Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Omzet Pedagang Kaki Lima Alun-Alun Kota Batu Melonjak 60 Persen selama Natal dan Tahun Baru

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 6 Januari 2026 | 09:14 WIB
MEMBELUDAK: Wisatawan memadati area kuliner Alun-Alun Kota Wisata Batu pada 30 Desember lalu.
MEMBELUDAK: Wisatawan memadati area kuliner Alun-Alun Kota Wisata Batu pada 30 Desember lalu.

BATU - Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) memberi dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi di Kota Batu. Lonjakan kunjungan wisata tak hanya terasa di destinasi rekreasi. Namun, juga mengalir ke sektor informal seperti pedagang kaki lima (PKL) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kondisi tersebut terlihat jelas di kawasan kuliner PKL Alun-Alun Kota Wisata Batu. Ketua Paguyuban PKL Alun-Alun Kota Wisata Batu, Puspita Herdysari, menyebut kenaikan omzet pedagang selama Nataru melampaui perkiraan awal. Semula, paguyuban memprediksi kenaikan pendapatan hanya berkisar 30-40 persen.

“Di luar dugaan, kenaikannya mencapai sekitar 60 persen,” ujar perempuan yang akrab disapa Pipit itu. Pada hari biasa, rata-rata omzet PKL di kawasan tersebut berada di kisaran Rp400 ribu hingga Rp1 juta per hari. Dengan lonjakan 60 persen, pendapatan pedagang meningkat menjadi sekitar Rp640 ribu hingga Rp1,6 juta per hari.

Namun, Pipit menegaskan lonjakan omzet itu tidak terjadi secara merata setiap hari. Peningkatan signifikan terutama terjadi pada momen tertentu, seperti malam Natal pada 24 Desember. Setelah itu, kunjungan sekaligus omzet kembali melandai. Para PKL kembali mengalami lonjakan omzet pada 31 Desember dan 1 Januari.

“Puncaknya saat malam pergantian tahun. Sejak siang hingga dini hari, pengunjung sangat padat,” katanya. Menurut Pipit, arus pengunjung relatif merata ke hampir seluruh lapak PKL. Wisatawan berburu beragam kuliner, mulai dari sate lok-lok, ketan, cilok, buah segar, hingga makanan berat. Meski begitu, ia memastikan situasi di area kuliner Alun-Alun tetap kondusif.

Tingginya jumlah pengunjung juga mendorong sebagian pedagang menambah jam operasional. Khusus pada malam pergantian tahun, banyak PKL memilih tetap berjualan hingga dini hari. Selain faktor liburan, kegiatan doa bersama yang digelar di kawasan Alun-Alun turut menjaga arus pengunjung tetap tinggi.

“Makanya banyak pedagang tidak menutup lapak karena suasana masih ramai,” jelasnya.

Pipit menilai lonjakan omzet selama Nataru menjadi titik balik bagi para PKL setelah mengalami penurunan penghasilan selama beberapa bulan terakhir. Ia menyebut posisi Alun-Alun yang strategis membuat kawasan itu tetap menjadi magnet utama wisatawan.

Di sisi lain, Pipit memastikan tidak ditemukan praktik harga tidak wajar selama libur Nataru. Seluruh pedagang telah memasang daftar harga permanen di masing-masing gerobak sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan pengunjung. “Ini komitmen bersama paguyuban agar pariwisata Kota Batu tetap aman, nyaman, dan berkesan,” tandasnya. (ori/dre)

Editor : Aditya Novrian
#umkm #pkl #kota batu #nataru