Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Area Alun-Alun Wisata Kota Batu Dibanjiri Pedagang Kaki Lima Liar

Fajar Andre Setiawan • Selasa, 30 Desember 2025 | 15:52 WIB
DIPADATI PKL LIAR: Tepi jalan raya di sekitar area Alun-Alun Kota Wisata Batu (KWB) tampak leluasa dijadikan tempat mangkal oknum Pedagang Kaki Lima (PKL) liar kemarin (29/12).
DIPADATI PKL LIAR: Tepi jalan raya di sekitar area Alun-Alun Kota Wisata Batu (KWB) tampak leluasa dijadikan tempat mangkal oknum Pedagang Kaki Lima (PKL) liar kemarin (29/12).

BATU - Kawasan sekitar Alun-Alun Kota Wisata Batu (KWB) dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) liar yang berjualan di badan jalan dan trotoar kemarin (29/12). Padahal area tersebut masuk zona terlarang. Dari pantauan wartawan koran ini di lokasi, ada lebih dari 20 PKL mangkal di sepanjang jalan raya sekitar Alun-Alun KWB.

Mereka menjajakan aneka makanan dan minuman. Minimnya pengawasan membuat para pedagang beroperasi relatif leluasa, bahkan pada jam-jam padat kunjungan. Seorang PKL yang enggan disebutkan namanya, Rona, mengaku sudah memahami pola patroli petugas. “Biasanya kalau sudah jam tertentu, kami langsung pergi,” ujarnya.

Ia mengatakan baru sekitar sepekan berjualan di kawasan tersebut. Dia mengaku mengikuti pedagang lain yang lebih dulu membuka lapak. Rona tak menampik bahwa aktivitasnya melanggar aturan. Namun, keterbatasan pilihan membuatnya nekat mengambil risiko. Ia belum terdaftar sebagai PKL resmi di sentra kuliner Alun-Alun KWB.

Kepala Seksi Data dan Informasi Satpol PP Kota Batu, Ipung Setiawan, mengakui persoalan PKL liar masih menjadi tantangan. Menurutnya, penertiban kerap terkendala pola “kucing-kucingan” di lapangan. “Saat petugas datang, PKL sudah tidak ada. Mereka sudah hafal jam patroli,” ungkap Ipung.

Kondisi tersebut diperparah keterbatasan personel selama Nataru. Satpol PP harus membagi fokus pengamanan di berbagai titik strategis, termasuk pos pengamanan dan lokasi wisata. Meski demikian, Ipung menegaskan patroli rutin tetap dilakukan setiap hari, termasuk dua kali operasi di kawasan Alun-Alun KWB.

“Namun kenyataannya, mereka tetap kembali. Bahkan water barrier yang sudah dipasang sering dipindahkan sendiri,” jelasnya. Ke depan, pihaknya berencana mengevaluasi pola penertiban dengan menyesuaikan jam patroli dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Langkah itu dinilai perlu agar penataan kawasan Alun-Alun KWB tetap tertib dan nyaman. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#alun alun batu #pkl #satpol pp kota batu #kwb