Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Tumpukan Sampah Pasar Induk Among Tani Kota Batu Tumpah Hingga ke Jalan

Fajar Andre Setiawan • Senin, 29 Desember 2025 | 16:41 WIB
MENUMPUK: Sampah di TPS Pasar Induk Among Tani tampak meluber ke jalan sejak pekan lalu hingga kemarin (28/12).
MENUMPUK: Sampah di TPS Pasar Induk Among Tani tampak meluber ke jalan sejak pekan lalu hingga kemarin (28/12).

BATU - Persoalan pengelolaan sampah di Pasar Induk Among Tani kembali mencuat. Tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) pasar itu meluber hingga nyaris menutup badan jalan kemarin (28/12). Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu akses kendaraan, tetapi juga mulai menghambat aktivitas jual beli dan kenyamanan pengunjung.

Pantauan di lokasi menunjukkan sampah menggunung dan melubar ke sisi jalan yang kerap dilalui kendaraan roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki di area belakang pasar induk menuju pintu keluar. Selain mempersempit ruang gerak, bau menyengat dari tumpukan sampah menyebar hingga ke deretan kios di sekitarnya. 

Arif Setiawan, pedagang yang kiosnya tepat berada di depan TPS, mengaku resah dengan kondisi tersebut. Menurutnya, sampah yang meluber ke jalan membuat pembeli enggan melintas, apalagi berhenti berbelanja. “Sudah mulai menutup jalan, baunya juga makin menyengat,” keluhnya.

Ia menyebut, sampah di TPS tercampur tanpa pemilahan baik antara sampah organik dan anorganik maupun basah dan kering. Seluruhnya menumpuk begitu saja jadi satu. Arif juga mengaku telah melaporkan kondisi itu sejak 21 Desember lalu kepada salah satu instansi terkait. Namun hingga kini belum ada penanganan berarti.

Keluhan serupa disampaikan Dina, pedagang pakaian di sekitar TPS. Ia menilai kondisi kali ini lebih parah dibandingkan sebelumnya. “Ini sudah sangat mengganggu dan lebih parah dari biasanya. Bau sampah mudah menempel pada barang dagangan sehingga membuat pembeli tidak nyaman dan enggan berlama-lama memilih pakaian,” ujarnya.

Ia menilai Pasar Induk Among Tani semakin terlihat kumuh akibat lemahnya pengelolaan sampah. Tidak ada penataan yang jelas sehingga pasar jadi terkesan semrawut. Setiap hari, volume sampah terus bertambah seiring aktivitas perdagangan. Namun, peningkatan itu tidak diimbangi dengan pengangkutan yang rutin dan memadai.

Akibatnya, TPS tak lagi mampu menampung sampah dan akhirnya meluber ke ruang publik. Pihaknya berharap pemerintah segera turun tangan. Tidak hanya untuk mengangkut sampah yang menumpuk, tetapi juga membenahi sistem pengelolaan agar persoalan serupa tidak berulang.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Aries Setiawan memastikan pihaknya akan segera menindaklanjuti. “Akan segera diselesaikan oleh pihak pengangkutan sampah yakni CV Alief Utama. Sebelum 2026, insyaallah sudah bersih,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#pasar induk #Diskumperindag #kota batu #tps