BATU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batu tidak sepenuhnya berhenti selama libur panjang semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Dari 13 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, ada tiga dapur yang tetap melayani penyaluran MBG sepanjang libur sekolah.
Ketiga dapur tersebut yakni SPPG Sidomulyo 2, SPPG Ngaglik 1, dan SPPG Beji Sarimun. Sementara 10 dapur lainnya menghentikan operasional sementara hingga kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal. Keputusan ini merujuk pada kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang memberikan fleksibilitas operasional MBG selama libur sekolah.
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan dapur MBG tetap diperbolehkan beroperasi selama ada kesepakatan antara dapur mitra dan satuan pendidikan penerima manfaat.
Sekretaris Wilayah SPPG Kota Batu, Elmico Duta, menjelaskan BGN sebelumnya memberikan dua opsi penyaluran selama libur. Pertama, melayani satuan pendidikan berdasarkan kesepakatan. Kedua, mengalihkan layanan sepenuhnya kepada kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B).
“Untuk Kota Batu, layanan 3B belum berjalan karena masih menunggu Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Jadi, penyaluran masih difokuskan ke sekolah,” kata Elmico. Sebelum libur dimulai, pihak dapur telah menyampaikan penawaran operasional MBG kepada sekolah melalui formulir kesepakatan.
Sekolah diminta menyatakan kesediaan menerima MBG selama libur sekaligus alasan menerima atau menolak. Hasilnya, tidak semua sekolah menyepakati penyaluran tersebut. “Karena itu, volume produksi dapur selama libur cenderung lebih kecil dibandingkan hari efektif sekolah,” ujarnya.
Menurut Elmico, sejumlah sekolah dan wali murid mempertimbangkan faktor jarak rumah siswa ke sekolah serta keinginan siswa untuk fokus berlibur. Kondisi itu membuat sebagian pihak keberatan jika harus tetap datang ke sekolah hanya untuk mengambil paket MBG.
Selama masa libur, skema penyaluran MBG juga mengalami penyesuaian. Distribusi dilakukan secara rapel dengan kombinasi makanan basah dan makanan kering. “Misalnya, pengiriman hari Senin sudah mencakup kebutuhan untuk tiga hari sekaligus,” jelas Elmico.
Skema tersebut mengacu pada Surat Keputusan Kepala BGN Nomor 52 Tahun 2025 tentang Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan MBG Selama Libur Sekolah. Aturan itu menetapkan distribusi MBG maksimal dua kali dalam sepekan, dengan paket berupa makanan siap santap dan makanan kemasan yang dapat dibawa pulang.
Meski sebagian menu disajikan dalam bentuk kering, Elmico menegaskan kandungan gizi tetap diperhatikan. Paket makanan biasanya berisi roti, buah, kacang-kacangan, dan susu, yang dikemas menggunakan goodie bag. Adapun makanan basah tetap disalurkan menggunakan wadah standar.
Pengiriman dilakukan sesuai kesiapan masing-masing sekolah. Umumnya pada pukul 08.00-09.00, dengan jadwal rapel setiap Senin dan Kamis. Skema ini akan berlangsung hingga libur berakhir dan kembali normal pada 5 Januari.
Di sisi lain, tidak semua sekolah memilih menerima MBG selama libur. Kepala SD Negeri Sidomulyo 2, Ika Marsiana, memutuskan tidak mengikuti penyaluran MBG selama libur sekolah. “Keputusan ini hasil diskusi dengan wali murid. Kami ingin siswa dan guru benar-benar menikmati masa libur tanpa aktivitas di sekolah,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho