Datangkan 40 Indukan Sapi dari Australia hingga Buka Bengkel Mobil

Fajar Andre Setiawan • Dipublikasikan Senin, 8 Desember 2025 | 17:06 WIB
BERSINERGI: Rapat Rencana Kerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun 2026 Koperasi Susu SAE Pujon dihadiri pejabat Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Dinas Koperasi Kabupaten Malang, Dekopinda
BERSINERGI: Rapat Rencana Kerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun 2026 Koperasi Susu SAE Pujon dihadiri pejabat Dinas Peternakan Kabupaten Malang, Dinas Koperasi Kabupaten Malang, Dekopinda

MALANG – Koperasi Susu Sinau Andhandani Ekonomi (SAE) Pujon, Kabupaten Malang terus menunjukkan performa positif dari tahun ke tahun. Hal itu terlihat dalam rapat “Rencana Kerja Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun 2026” yang diselenggarakan, Kamis (4/12).

Yang mana, dari sisi produksi susu, Koperasi Susu SAE Pujon mengalami peningkatan signifikan. Untuk target tahun 2025 adalah 39.000 ton per tahun, atau rata-rata per hari 108 ton. Sedangkan capaian hingga September 32.000 ton atau rata-rata 121 ton per hari. Sementara untuk rencana kerja tahun 2026 target produksi sebesar 45.200 ton per tahun, atau rata-rata 123,8 ton per hari.

Selain kenaikan produksi susu, Koperasi Susu SAE Pujon juga mengalami peningkatan aset yang cukup fantastis. Jumlah aset pada tahun 2024 mencapai Rp 149 miliar pada tahun 2025 hingga bulan September menembus angka Rp 164 miliar. Ketua Umum Koperasi Susu SAE Pujon H M.

BERI DUKUNGAN: Para anggota Koperasi Susu SAE Pujon mengikuti rapat rencana kerja tahun 2026 dengan tertib.
BERI DUKUNGAN: Para anggota Koperasi Susu SAE Pujon mengikuti rapat rencana kerja tahun 2026 dengan tertib.

Ni’am Shofi dalam acara rapat tersebut menyampaikan, naiknya produksi susu itu tidak lepas dari program peningkatan kualitas pakan yang dilakukan oleh Koperasi SAE. Dengan demikian, produksi susu tiap 1 ekor sapi yang selama ini di kisaran 12 liter per ekor diharapkan bisa naik menjadi 15 liter per ekornya.

Selain itu, ada banyak lagi program unggulan baru yang akan dilaksanakan oleh Koperasi Pujon pada tahun 2026 mendatang. Karena menurut Ni’am, pengurus koperasi yang ada saat ini tidak hanya mewarisi program dari para pendiri terdahulu, tetapi juga membuat program baru yang sebelumnya tidak ada. “Jadi kami ini selain pewaris juga perintis,” ujar Ni’am.

Dia menyampaikan keberhasilan Koperasi Susu SAE Pujon untuk terus berkembang itu merupakan buah dari kekompakan para pengurus, pengawas, manajemen, karyawan dan para anggota. ”Karena koperasi itu utamanya adalah menyejahterakan anggota, institusi dan karyawan. Kalau kesejahteraan semuanya bisa terpenuhi insyaallah koperasi bisa menjalankan programnya dengan baik,” jelasnya.

Pada kesempatan itu dia menekankan pentingnya menjalin silaturahmi dan gotong royong antar anggota. Tujuannya agar koperasi bisa terus berkembang dan membawa kemanfaatan bagi seluruh anggota. Misalnya untuk jual beli pedet (anak sapi) hendaknya dilakukan dengan koperasi bukan dengan orang di luar koperasi.

Dengan demikian, jika ada anggota yang punya pedet dan butuh uang lalu ingin menjual, maka hendaknya ditawarkan ke koperasi. Bahkan nanti jika pedetnya sudah besar dan ingin dibeli lagi koperasi mempersilahkan. Hal ini perlu dilakukan agar ketersediaan sapi tetap terjaga, begitu juga silaturahmi antara anggota tetap terjalin.

Sementara itu, dalam rapat tersebut Koperasi SAE juga memberikan uang transportasi kepada para anggota koperasi yang mengikuti rapat dan memberikan sembako berupa beras gula dan minyak goreng. Termasuk memberikan santunan kepada para anggota yang sudah janda atau duda.

Rapat “Rencana Kerja Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun 2026” juga dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Drs Eko Wahyu Widodo MSi, Kepala Dekopinda Kabupaten Malang Drs Dwi Sucipto SH MPd Sekretaris Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang Indah Sulistyowati ST MSi dan Muspika Kecamatan Pujon. (lid)

Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang
pujon kesehatan hewan sae kabupaten malang