BATU - Remaja berusia 19 tahun asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar tewas di kamar kos temannya di Perumahan Puri Indah, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu kemarin (13/8). Tak ada yang tahu persis pukul berapa korban bernama Tora Putra Suhendra itu menghembuskan napas terkahir.
Sebab, korban diduga kuat meninggal karena epilepsi yang ia derita. Menurut keterangan teman korban, Reyvaldo Yogi Ganesha mengatakan sahabat karibnya semasa SMP di Blitar itu tiba di kosnya pukul 22.00. Lantas keduanya ngobrol hingga pukul 03.00 di depan kamar kos. “Kemudian saya masuk kamar duluan untuk tidur,” ucapnya.
Pagi harinya Reyvaldo mengaku terbangun sekitar pukul 07.00. Melihat temannya tampak pulas dengan posisi tengkurap, dia mencoba membangunkannya. Supaya bisa mengubah posisi agar lebih nyaman. Nahasnya, korban sudah tak memberikan respon apapun. Sontak Reyvaldo membalikkan tubuh temannya itu.
“Saya kaget karena bibirnya sudah biru. Saya cek nadi dan napasnya juga sudah tidak ada,” jelasnya. Remaja yang juga berusia 19 tahun langsung melapor ke pemilik kos dan perangkat desa setempat. Selanjutnya, laporan diteruskan ke Polsek Batu dan tim inafis Polres Batu yang langsung datang ke TKP tak lama setelahnya.
Dari hasil pemeriksaan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Menurut keterangan ayah korban, Donny mengatakan anak nomor tiganya itu memang memiliki riwayat penyakit kelainan saraf otak. Sehingga, korban masih intensif berobat sampai sebelum meninggal. “Jadi anak saya masih rutin minum obat,” ungkapnya.
Korban disebut rutin kontrol di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Saiful Anwar dan Rumah Sakit (RS) Panti Nirmala Malang. Donny menceritakan bila anaknya sudah izin untuk main ke kos temannya di Kota Batu untuk melihat meteor jatuh. “Katanya di Kota Batu banyak meteor jatuh,” ucapnya pilu.
Donny sempat ingin tak memberikan izin lantaran khawatir. Sebab, korban juga baru saja mengalami kecelakaan. Itu membuat motor korban rusak parah. Namun, ia tak sampai hati untuk melarang. Akhirnya Donny mengizinkannya dengan berat hati. “Sebelumnya baru aja kecelakaan sebanyak empat kali dalam waktu yang berdekatan,” imbuhnya.
Ayah empat anak itu tiba di RS Bhayangkara TK.III Hasta Brata Batu pukul 12.00. Dia datang bersama istri dan si bungsu. Dia menolak untuk dilakukan otopsi. Donny mengaku ikhlas atas kepergian Tora dan menganggap peristiwa ini murni musibah. Untuk itu, korban hanya dilakukan visum luar saja.
Jenazah langsung dimandikan dan dibawa pulang ke rumah duka di Kabupaten Blitar. Kanit Reskrim Polsek Batu Yuda Triyas Ardhana menegaskan tidak ada indikasi tindak pembunuhan. “Keluarga juga sudah membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan visum dalam atau otopsi,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho