Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Proyeksi Belanja Daerah Kota Batu 2026 Sebesar Rp 1,16 Triliun, Fokus Infrastruktur, Sampah, dan UMKM

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 1 Agustus 2025 | 16:18 WIB
PENYAMPAIAN MATERI: Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan Rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Batu kemarin (31/7).
PENYAMPAIAN MATERI: Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan Rancangan KUA PPAS Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kota Batu kemarin (31/7).

BATU - Target belanja Kota Batu 2026 diproyeksikan sebesar Rp 1,16 triliun. Angkanya turun Rp 80 miliar jika dibandingkan target belanja setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) beberapa waktu lalu yakni sebesar Rp 1,24 triliun.

Itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026 di Kantor DPRD Kota Batu kemarin (31/7). Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, penyusunan anggaran tersebut sebenarnya harus tuntas pada minggu kedua bulan Juli kemarin.

Namun, prosesnya molor karena penyusunan P-APBD 2025 baru ditetapkan pada 24 Juli. “Namun, kami pastikan untuk proyeksi anggaran tahun 2026 mendatang akan mengakomodasi Proyek Strategis Daerah (PSD),” ungkapnya.

Rancangan Kebijakan KUAPPAS 2026.
Rancangan Kebijakan KUAPPAS 2026.

Penyusunan KUA-PPAS mengacu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Itu sekaligus penjabaran dari Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023-2026. Kemudian, diproyeksikan menjadi rancangan akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.

“Kami berfokus untuk meningkatkan produktivitas, iklim investasi, dan tata kelola pelayanan yang prima,” ungkapnya. Cak Nur, sapaan akrabnya berkomitmen menangani sembilan isu strategis pemerintah yang berkaitan dengan program Nawa Bhakti.

Seperti optimalisasi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), kesempatan kerja, dan inklusi sosial. Selain itu, juga transformasi digital, tata kelola transportasi, ketahanan pangan, meritokrasi, dan peningkatan kapasitas fiskal daerah.

Untuk itu, belanja daerah tahun depan akan fokus merealisasikan program yang belum terakomodasi tahun ini. Khususnya terkait keberlanjutan proyek infrastruktur. Seperti proyek trotoar di Jalan Abdul Gani hingga bianglala.

“Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) Tlekung juga termasuk,” ujarnya. Cak Nur menyebut anggaran IPLT Tlekung sebelumnya sudah tersusun sebesar Rp 10 miliar. Namun, terpangkas efisiensi sebesar Rp 5,5 miliar.

Sehingga, anggarannya tersisa Rp 4,5 miliar saja. Otomatis itu tak bisa memenuhi kebutuhan sesuai Detail Engineering Design (DED). “Atas rekomendasi inspektorat kami akan realisasikan tahun depan,” bebernya.

Kemudian, proyek lain yang menjadi fokus belanja daerah yakni penanganan sampah. Sesuai rencananya, tahun ini Pemkot Batu hanya bisa membangun 20 rumah kompos. Sementara sisa kebutuhan sebanyak 40 rumah kompos akan dibangun tahun depan.

Selain itu, Tempat Pengolahan Sampah-Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS-3R) yang belum optimal beroperasi juga akan dioptimalkan lagi. “Termasuk rehabilitasi fisik untuk Pasar Induk Among Tani juga kami akomodasi tahun depan. Khususnya untuk penataan dan perbaikan talang agar tak menyebabkan kebocoran,” jelasnya.

Selain itu, belanja daerah juga akan mengakomodasi kebutuhan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pariwisata. Dirinya berharap itu bisa memberikan efek domino bagi kemajuan ekonomi daerah. Terutama dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan menekan angka pengangguran. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#belanja #target #perubahan anggaran keuangan (PAK) #kua ppas