BATU - Lima titik rawan macet diprediksi bakal tetap jadi langganan saat momen mudik dan libur panjang Lebaran mendatang.
Yakni di perempatan Arhanud Pendem, pertigaan dari arah Karangploso, perempatan Desa Pesanggrahan, pertigaan Taman Makam Pahlawan (TMP), dan jalur dari arah Payung menuju Pujon.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Hendry Suseno menyebut lima titik tersebut terus menja di atensi dari tahun ke tahun.
Dia mengaku tak ada strategi baru yang disiapkan.
Sejumlah metode sudah biasa dilakukan pada momen-momen high season.
Seperti momen Natal dan tahun baru (Nataru) beberapa bulan lalu.
“Kami akan gunakan metode rekayasa lalu lintas dengan skema pasang surut dan one way,” ujarnya.
Misalnya, kendaraan dari Kota Batu ke Jalan Ir Soekarno akan dibelokkan melalui jalur alternatif.
Kemudian, pengendara dari Kota Batu menuju Kota Malang akan diarahkan untuk melewati Jalan Oro Oro Ombo.
Sejumlah personel akan diterjunakn untuk memantau kondisi lalu lintas di lapangan.
Termasuk untuk pengawasan parkir dan angkutan umum.
Hendry juga akan mendirikan beberapa posko pantau mudik.
“Kami bersinergi dengan Polres Batu dan TNI untuk mengantisipasi kemacetan selama arus mudik dan balik,” tegasnya.
Pemantauan kepadatan lalu lintas akan dihitung dari rekeman keluar masuk kendaraan dari exit tol Singosari.
Selain itu, juga akan dilakukan penghitungan kendaraan secara manual di titik-titik masuk Kota Batu.
Seperti di simpang tiga Desa Pendem atau jalan menuju Kecamatan Pujon.
“Kami matangkan dalam forum lalu lintas 20 Maret nanti,” tandasnya. (ori/dre)
Editor : Aditya Novrian