Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Sepanjang 2024, 29 Nyawa Melayang di Jalanan Kota Batu Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Fajar Andre Setiawan • Senin, 6 Januari 2025 | 18:31 WIB
WASPADA: Polisi saat olah TKP kecelakaan di Jalan Abdul Manan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Agustustus lalu.
WASPADA: Polisi saat olah TKP kecelakaan di Jalan Abdul Manan, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Agustustus lalu.

BATU - Jumlah korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Kota Batu yang meninggal dunia sepanjang 2024 lalu meningkat. 

Jumlahnya mencapai 29 nyawa. 

Tahun 2023 lalu jumlah korban meninggal dunia sebanyak 27 nyawa.

 Baca Juga: Polres Batu Pasang Banner Peringatan di Tiga Titik Rawan Laka

Itu artinya angkanya bertambah sebanyak 2 nyawa. 

Meski begitu, total angka kasus laka lantas 2024 lalu turun jika dibandingkan 2023 silam. 

“Kalau 2024 kemarin totalnya 233 kejadian laka lantas. Sementara, 2023 silam totalnya 250 kejadian laka lantas,” ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu Ipda Hendri Setiawan. 

Dia mengaku akan melakukan pemetaan ulang terkait daerah rawan laka lantas. 

Tujuannya untuk menekan angka laka lantas tahun ini. 

Tentu saja titik-titik rawan akan ditentukan berdasarkan data laka lantas 2024 kemarin. 

Secara kelompok umur, korban laka lantas didominasi usia produktif. 

Yakni mayoritas masih berstatus siswa, mahasiswa, dan karyawan swasta. 

”Ke depan kita akan meningkatkan sosialisasi ke sekolah-sekolah dan masyarakat,” ujarnya. 

Selain itu, pemasangan papan imbauan juga akan diperbanyak. 

Tujuannya mengingatkan pengendara agar berhati-hati ketika melintasi kawasan tersebut. 

Upaya selanjutnya ialah menyiapkan petugas di jam-jam rawan. 

”Jam rawan laka lantas biasa saat berangkat dan pulang kerja,” jelasnya. 

Hendri menegaskan bila saat ini penentuan titik rawan masih dalam proses kajian. 

Namun, beberapa titik rawan tahun lalu di antaranya Jalan Abdul Manan Wijaya (Kali Lanang) dan Jalan Ir Soekarno. 

Dari pengamatan kasar saat ini, titik rawan laka lantas tahun ini ialah di Jalan Rajekwesi dan Jalan Ir Seokarno (sekitar Desa Beji). 

“Kalau di Jalan Rajekwesi biasanya karena rem blong,” tandasnya. 

Sementara laka lantas di Jalan Ir Soekarno kebanyakan terjadi malam hari. 

Bisa jadi karena faktor penerangan. (iza/dre)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#kota batu #meninggal dunia #kecelakaan lalu lintas