BATU, RADAR BATU – Penularan tuberculosis (TBC) masih menjadi persoalan kesehatan di Kota Batu. Hingga Juni 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat 190 kasus TBC terkonfirmasi.
Jumlah tersebut memang turun dari 557 kasus pada 2024 dan 518 kasus pada 2025. Namun, pemerintah mengingatkan masyarakat tetap mewaspadai gejala dan potensi penularan.
Sekretaris Dinkes Kota Batu dr Yuni Astuti mengatakan salah satu gejala utama TBC adalah batuk berkepanjangan. Terutama jika batuk berlangsung lebih dari dua pekan.
Baca Juga: Libur Maulid Nabi Muhammad SAW, Lalu Lintas di Kota Batu Masih Landai - Radar Batu
Gejala lain yang perlu diperhatikan antara lain berat badan dan nafsu makan menurun, tubuh lemah, demam berulang, berkeringat pada malam hari, batuk darah, hingga sesak napas.
Warga yang mengalami gejala tersebut dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Diagnosis dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak maupun rontgen sesuai kondisi pasien.
Baca Juga: 190 Kasus Baru TBC Ditemukan. Jumlahnya Turun dari 557 pada 2024 - Radar Batu
Bagaimana TBC Menular?
TBC dapat menular melalui udara. Penularan berpotensi terjadi ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi.
Karena itu, orang yang tinggal serumah dengan pasien menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian.
Dinkes Kota Batu melakukan pemeriksaan terhadap kontak serumah. “Kami juga melakukan pemeriksaan kontak serumah dan pemberian terapi pencegahan TBC,” jelas Yuni.
Penderita juga dianjurkan menggunakan masker, terutama pada fase awal pengobatan. Perilaku hidup bersih dan sehat turut menjadi bagian dari pencegahan.
Obat TBC Disediakan Gratis
Pasien yang terkonfirmasi TBC harus menjalani pengobatan hingga sembuh. Terapi menggunakan kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Pemerintah menyediakan obat tersebut secara gratis melalui fasilitas kesehatan yang memberikan layanan TBC.
Ketidakpatuhan terhadap pengobatan dapat menyebabkan terapi gagal. Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko munculnya TBC resistan obat.
Karena itu, Dinkes melakukan pemantauan pengobatan agar pasien tidak berhenti di tengah jalan.
Baca Juga: Wacana Merger 9 SD Negeri di Kota Batu Masih Menggantung - Radar Batu
Imunisasi BCG bagi bayi juga tetap menjadi bagian dari pencegahan. Vaksin tersebut terutama memberikan perlindungan terhadap bentuk TBC berat pada anak.
Dengan masih ditemukannya ratusan kasus dalam satu tahun, masyarakat diminta tidak menganggap TBC sebagai penyakit biasa.
Deteksi lebih awal dan pengobatan sampai tuntas menjadi kunci memutus penularan di Kota Batu.
Editor : Fajar Andre Setiawan