
BATU, RADAR BATU - Sebanyak 190 kasus tuberculosis (TBC) terkonfirmasi di Kota Batu sepanjang Januari-Juni 2026. Jumlah tersebut turun dibandingkan dua tahun sebelumnya, tetapi penularan TBC masih menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu.
Pada 2024, tercatat 557 kasus TBC. Angka tersebut turun menjadi 518 kasus pada 2025. Sekretaris Dinkes Kota Batu dr Yuni Astuti mengatakan penurunan kasus harus diikuti penguatan deteksi dan pengobatan. Sebab, penularan masih dapat terjadi ketika kasus terlambat ditemukan atau pasien tidak menyelesaikan pengobatan.
“Sedangkan, hingga triwulan kedua 2026 (Januari-Juni), terkonfirmasi TBC ditemukan 190 kasus,” ujarnya, Jumat (21/8).
Baca Juga: Wacana Merger 9 SD Negeri di Kota Batu Masih Menggantung - Radar Batu
Menurut Yuni, TBC umumnya menyerang paru-paru. Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk berkepanjangan, terutama lebih dari dua pekan.
Gejala lain meliputi berat badan dan nafsu makan menurun, badan lemah, demam berulang, berkeringat pada malam hari, batuk darah, hingga sesak napas.
Warga yang mengalami gejala tersebut perlu menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui pemeriksaan dahak maupun rontgen sesuai indikasi.
“Jika terkonfirmasi TBC, penanganannya fokus pengobatan sampai sembuh,” kata Yuni.
Pengobatan menggunakan kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Pasien harus menjalani terapi sesuai standar hingga selesai.


