Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Program Rontgen Gratis di Puskesmas Sisir Kota Batu Temukan 32 Kasus TBC

F
JEMPUT BOLA: Warga bersiap mengikuti tes rontgen paru-paru dalam program pemeriksaan kesehatan gratis di Balai RW 08 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, kemarin (27/10). (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)
JEMPUT BOLA: Warga bersiap mengikuti tes rontgen paru-paru dalam program pemeriksaan kesehatan gratis di Balai RW 08 Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, kemarin (27/10). (MUHAMMAD WAHIB ALI/RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Sebanyak 32 kasus baru tuberkulosis (TBC) ditemukan melalui program pemeriksaan aktif atau Active Case Finding (ACF) yang digelar Puskesmas Sisir di sembilan titik kemarin (27/10). Temuan itu mendorong penguatan pelacakan kasus melalui layanan rontgen gratis yang menyasar 100 warga di Balai RW 08, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.

Ketua Tim Pencegahan dan Penanggulangan TBC Puskesmas Sisir dr Emie Prabawati mengatakan, pemeriksaan langsung ke masyarakat efektif mempercepat penemuan kasus. Sebab, jika hanya mengandalkan warga yang datang sendiri ke puskesmas, proses deteksi berpotensi lebih lama.

Advertisement

Menurut Emie, pasien yang terdeteksi TBC langsung diarahkan untuk menjalani pengobatan. Langkah itu penting untuk menekan risiko penularan di lingkungan sekitar. Selain rontgen paru-paru, warga yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC juga menjalani tes tuberkulin. “Pemeriksaan dilakukan melalui penyuntikan di bawah kulit,” ujarnya.

Langkah tersebut digunakan untuk mendeteksi infeksi TBC, termasuk infeksi laten yang belum menimbulkan gejala aktif. Emie menyebut, upaya penemuan kasus secara aktif diperlukan untuk menekan penyebaran penyakit. Indonesia sendiri masih termasuk negara dengan beban kasus TBC tertinggi di dunia.

Advertisement

Petugas Puskesmas Sisir Idha menambahkan, layanan jemput bola membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. Sebab, biaya rontgen secara mandiri diperkirakan berkisar Rp 400-500 ribu. Warga yang mengalami gejala TBC di luar kegiatan ACF juga dapat mengakses rontgen gratis melalui fasilitas rujukan dari puskesmas.

“Rujukan dari kami biasanya ke RSUD Karsa Husada Kota Batu,” tutur Idha. Sementara itu, warga yang bersedia mengikuti pemeriksaan dalam program ACF mendapat bantuan biaya transportasi sebesar Rp 30 ribu.

Advertisement

Artikel Terkait

190 Kasus TBC Terdeteksi di Batu hingga Juni 2026, Dinkes Kejar Eliminasi 2030

190 Kasus TBC Terdeteksi di Batu hingga Juni 2026, Dinkes Kejar Eliminasi 2030

Dinkes Kota Batu menargetkan eliminasi TBC pada 2030. Hingga Juni 2026, sebanyak 190 kasus TBC terkonfirmasi dan penemuan kasus terus diperc

Kota Batu Targetkan 90 Persen Kasus TBC Ditemukan

Kota Batu Targetkan 90 Persen Kasus TBC Ditemukan

Pemkot Batu menargetkan 90 persen kasus TBC ditemukan dan 90 persen pengobatan berhasil melalui RAD TBC 2026-2030.

TBC Masih Mengintai Warga Kota Batu, Kenali Gejalanya

TBC Masih Mengintai Warga Kota Batu, Kenali Gejalanya

Kasus TBC di Kota Batu turun menjadi 190 kasus hingga Juni 2026. Dinkes mengingatkan deteksi dini dan pengobatan tetap harus diperkuat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer