Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbatasan Kota Batu Jadi Titik Siaga Karhutla

I
Penulis: Indah Mei Yunita❯
GERAK CEPAT: Petugas BPBD Kota Batu memadamkan api saat kebakaran lahan di Desa Pandanrejo beberapa waktu lalu. (BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)
GERAK CEPAT: Petugas BPBD Kota Batu memadamkan api saat kebakaran lahan di Desa Pandanrejo beberapa waktu lalu. (BPBD KOTA BATU FOR RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai diantisipasi Pemkot Batu. Terutama di kawasan perbatasan Pasuruan dan Mojokerto. Meski vegetasi di wilayah Kota Batu masih hijau, potensi kebakaran tetap ada. Kesiapsiagaan diperkuat setelah sejumlah titik karhutla terjadi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Doddy Faturrachman mengatakan, kondisi vegetasi saat ini belum mudah terbakar. Namun, potensi karhutla tetap perlu diwaspadai. Terutama akibat aktivitas manusia. “Potensi karhutla bukan hanya karena alam, tapi bisa juga dipicu faktor eksternal,” ujarnya.

Kewaspadaan meningkat karena kawasan hutan Kota Batu berbatasan langsung dengan daerah lain. Karhutla di Tahura Raden Soerjo beberapa waktu lalu, misalnya, titik apinya masuk wilayah Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto. Kebakaran juga sempat terjadi di lereng Arjuno-Welirang.

Pemkot Batu telah menetapkan SK Status Siaga Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan. Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Batu Gatot Noegroho mengatakan, status tersebut menjadi dasar bagi seluruh instansi dan pemangku kepentingan untuk bergerak cepat. “Termasuk distribusi peralatan dan logistiknya,” katanya.

Kesiapsiagaan diperkuat dengan pengoperasian Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) selama 24 jam. Koordinasi juga diperluas hingga tingkat desa dan kelurahan dengan melibatkan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) serta relawan kebencanaan.

Advertisement

Langkah tersebut berkaca pada riwayat karhutla di lereng Arjuno-Welirang pada 2019 dan 2023. Karhutla 2023 bahkan membakar 5.094 hektare lahan yang ditumbuhi semak belukar dan savana. Kebakaran tersebut meluas hingga Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, dan Kabupaten Mojokerto. 

Advertisement

Artikel Terkait

Tiga Destana di Bumiaji Kota Batu Kurang Aktif

Tiga Destana di Bumiaji Kota Batu Kurang Aktif

Tiga Destana di Bumiaji Kota Batu dinilai kurang aktif, BPBD siap lakukan penguatan.

Kades di Kota Batu Diminta Intensifkan Kerja Bakti

Kades di Kota Batu Diminta Intensifkan Kerja Bakti

Pemkot Batu minta seluruh kades intensifkan kerja bakti bersihkan lingkungan di musim hujan.

Sedimen Hulu Diduga Perparah Luapan Air di Kota Batu

Sedimen Hulu Diduga Perparah Luapan Air di Kota Batu

Sedimen hulu diduga perparah luapan air, DPUPR Kota Batu akan cek bangunan pengendali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer