BATU, RADAR BATU - Sebanyak 10 anak di Kota Batu terkonfirmasi tuberculosis (TBC) hingga triwulan II 2026. Angka tersebut melanjutkan tren penurunan kasus dalam dua tahun terakhir. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mencatat terdapat 40 kasus pada 2024. Kemudian, angka tersebut turun menjadi 36 kasus pada 2025.
Sekretaris Dinkes Kota Batu dr Yuni Astuti mengatakan, TBC pada anak perlu mendapat perhatian. Sebab, gejalanya kerap dianggap sebagai penyakit biasa. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan apakah anak yang mengalami gejala merupakan terduga atau sudah terkonfirmasi TBC.
“Secara umum, gejala TBC pada orang dewasa dan anak-anak sama. Namun pada anak, ada empat gejala yang harus diwaspadai,” ujarnya, Jumat lalu (21/8). Gejala tersebut meliputi batuk berkepanjangan, demam lama, berat badan tidak naik selama tiga bulan berturut-turut, hingga kondisi tubuh lemas dan cepat lelah.
Baca Juga: Masih Ada 736 Jiwa di Kota Batu Belum Punya KTP - Radar Batu
Anak yang menunjukkan gejala tersebut perlu segera dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuannya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui sejumlah metode. Pemilihan metode akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan TBC, pengobatan harus segera dimulai.
Sementara anak yang belum terkonfirmasi tetap perlu mendapat langkah pencegahan. Terutama bila memiliki kontak erat dengan penderita. “Penanganan TBC yakni fokus pengobatan sampai sembuh. Pendampingan minum obatnya dengan melibatkan kader TBC,” kata Yuni.
Pengobatan menjadi penting untuk memutus mata rantai penularan. Selain itu, juga sekaligus untuk mencegah kondisi pasien semakin berat. Dinkes juga mendorong kepatuhan pasien menjalani pengobatan hingga tuntas.
Baca Juga: Pengembangan Pasar Kuliner Tulungrejo, Kota Batu Terkendala Modal - Radar Batu
Di sisi pencegahan, kondisi lingkungan menjadi salah satu perhatian. Ventilasi rumah dan ruang aktivitas harus memadai. Dengan begitu, sirkulasi udara berjalan baik. Ruangan yang sempit, tertutup, dan padat dinilai meningkatkan risiko penularan. Apalagi terdapat penderita TBC aktif di dalam ruangan tersebut.
Perilaku hidup bersih dan sehat juga terus didorong. Masyarakat diimbau mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta tidak meludah sembarangan. Anak yang memiliki kontak dekat dengan penderita TBC juga perlu mendapat pemeriksaan sesuai indikasi.
Yuni mengatakan Pemkot Batu memberikan dukungan pemeriksaan bagi terduga TBC. Di antaranya melalui tes cepat molekuler dan pemeriksaan foto rontgen. Skrining juga dilakukan pada lokasi yang dinilai berisiko untuk menemukan kasus lebih awal.
Baca Juga: Data Kasus DBD Tak Sinkron, Pemkot Batu Perkuat Surveilans - Radar Batu
“Pemkot memberi dukungan untuk pemeriksaan tes cepat molekuler dan foto rontgen bagi pasien terduga TBC,” jelasnya. Dinkes juga menyosialisasikan Rencana Aksi Daerah (RAD) TBC di 24 desa dan kelurahan. Program itu menjadi bagian dari strategi pencegahan dan deteksi dini. Ke depan, Dinkes merencanakan pembentukan desa dan kelurahan siaga TBC.
Skrining TBC juga akan diintegrasikan dengan cek kesehatan gratis (CKG) dan pemeriksaan kontak serumah. Pelibatan kader kesehatan dinilai penting. Tujuannya agar penemuan kasus tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan.
Imunisasi Bacille Calmette-Guérin (BCG) juga tetap menjadi bagian penting pencegahan TBC pada anak. Terutama untuk memberikan perlindungan terhadap bentuk TBC berat seperti meningitis TBC dan TBC milier.
Baca Juga: Kemarau Panjang, Kekeringan Mengancam Kota Batu hingga November - Radar Batu
Ketua Komisi C DPRD Kota Batu Dewi Kartika mengatakan legislatif mendukung penguatan RAD TBC periode 2026-2030. Sosialisasi dilakukan melalui sinergi perangkat desa, kader kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan pemuda.
“Di dapil kami, masing-masing sudah bersinergi dengan perangkat desa, kader kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda untuk pencegahan TBC,” katanya. Dia juga mendorong Dinkes mengejar target eliminasi TBC pada 2030.
Baca Juga: Desa Wisata Sumbergondo: Cek Fasilitas Lengkap dan Daftar Tarifnya - Radar Batu
Penurunan kasus anak dalam dua tahun terakhir menjadi sinyal positif. Namun, angka itu tetap menunjukkan penularan belum sepenuhnya terputus. Karena itu, tantangan berikutnya bukan sekadar menekan jumlah kasus.
Dewi menilai Pemkot Batu perlu memastikan kasus ditemukan lebih dini, pengobatan tuntas, dan kontak penderita terlacak. Dengan prosedur itu, penurunan kasus TBC benar-benar berkelanjutan.
Editor : Fajar Andre Setiawan