Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

50 Ribu Pekerja Informal Batu Belum Terlindungi

R
TERIMA BANTUAN: Wali Kota Batu Nurochman menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja informal saat apel pagi di Balai Kota Among Tani kemarin (20/4). PROKOPIM KOTA BATU FOR RADAR BATU
TERIMA BANTUAN: Wali Kota Batu Nurochman menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja informal saat apel pagi di Balai Kota Among Tani beberapa waktu lalu. (PROKOPIM KOTA BATU FOR RADAR BATU)

Advertisement

BATU, RADAR BATU – Sekitar 50.363 Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di Kota Batu belum terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Dari potensi 66.966 pekerja, baru 16.603 orang yang tercatat dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batu Deden Rinifiandi mengatakan kelompok pekerja tersebut didominasi sektor informal. Di antaranya pedagang, petani, pengemudi, buruh, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Deden, persoalan utama bukan semata kemampuan membayar iuran. Kesadaran pekerja mandiri untuk melindungi diri dari risiko kerja masih perlu ditingkatkan.

“Masih ada pekerja informal yang menganggap BPJS Ketenagakerjaan hanya dibutuhkan pegawai kantor atau pekerja perusahaan besar,” ujarnya.

Padahal, pekerja informal juga menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun kematian. Ketika risiko tersebut terjadi, dampaknya dapat langsung dirasakan keluarga karena hilangnya sumber penghasilan.

Advertisement

Untuk peserta mandiri, iuran perlindungan dasar disebut relatif terjangkau. Pekerja cukup membayar Rp 8.400 per orang.

Deden mengatakan jaminan sosial bukan sekadar urusan administrasi. Kepesertaan menjadi jaring pengaman ketika pekerja mengalami musibah saat mencari nafkah.

Wali Kota Batu Nurochman juga meminta perlindungan pekerja informal diperkuat. Menurutnya, keselamatan dan kesejahteraan pekerja harus menjadi perhatian pemerintah.

Advertisement

Artikel Terkait

Pertalite di Kota Batu Langka, Karyawan Pulang Kerja Lanjut Antre hingga Malam

Pertalite di Kota Batu Langka, Karyawan Pulang Kerja Lanjut Antre hingga Malam

Kelangkaan Pertalite di Kota Batu paksa pekerja antre hingga larut malam demi dapatkan BBM.

Pekerja Proyek Batu Tak Selalu Masuk Data UCJ

Pekerja Proyek Batu Tak Selalu Masuk Data UCJ

Pekerja konstruksi di Kota Batu belum seluruhnya tercatat dalam capaian UCJ karena persoalan administrasi kepesertaan BPJS.

Pekerja Rentan Batu Diburu untuk Dapat Perlindungan

Pekerja Rentan Batu Diburu untuk Dapat Perlindungan

Pemkot Batu menyasar pekerja informal untuk memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hingga 68.808 pekerja pada 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer