Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Kenapa Warga Batu Mulai Tinggalkan KB? Dari Ingin Tambah Anak hingga Tren Childfree  

Zanadia Manik Fatimah • Sabtu, 25 April 2026 | 11:02 WIB
Illustrasi KB (Freepik)
Illustrasi KB (Freepik)

BATU - Penurunan jumlah peserta keluarga berencana (KB) di Kota Batu tak lepas dari perubahan keputusan dan pola pikir masyarakat. Faktor sosial hingga preferensi dalam memiliki anak menjadi pemicu utama.

Kepala DP3AP2KB Kota Batu Heru Yulianto mengungkapkan, sebagian pasangan memilih menghentikan program KB karena ingin menambah jumlah anak.

Selain itu, faktor lain seperti kematian peserta hingga pengaruh sosial budaya juga turut berkontribusi terhadap penurunan.

“Masih ada pandangan tertentu di masyarakat yang membuat pasangan enggan menggunakan kontrasepsi,” jelasnya.

Baca Juga: Peserta KB di Kota Batu Turun 761 Setahun, Tren Berlanjut hingga 2026 Tinggal 25.231 Aksept

Di sisi lain, dinamika sosial baru mulai memengaruhi generasi muda. Munculnya wacana childfree hingga kekhawatiran membangun keluarga menjadi fenomena yang ikut membentuk cara pandang terhadap program KB.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB DP3AP2KB Kota Batu Sintinche Agustina Pamungkas menilai perubahan pola pikir ini menjadi tantangan tersendiri.

“Sekarang ada dinamika baru. Ini yang harus kita pahami agar program tetap relevan,” ujarnya.

Baca Juga: Partisipasi KB Turun 761 Peserta dalam Setahun Faktor Sosial hingga Preferensi Anak Jadi Pemicu

Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa penurunan partisipasi bukan disebabkan oleh keterbatasan akses layanan. Fasilitas kesehatan, mulai rumah sakit hingga bidan desa, telah menjangkau hingga wilayah terpencil.

Menurutnya, pendekatan yang lebih adaptif terhadap perubahan sosial menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan program KB ke depan. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#koa batu #kontrasepsi #KB #DP3AP2KB