Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

UHC Kota Batu Tembus 99,71 Persen, Tinggal 652 Warga Belum Terdaftar JKN

Rori Dinanda Bestari • Minggu, 5 April 2026 | 13:31 WIB
UHC KOTA BATU: Sosialisasi kepesertaan JKN oleh Pemkot dan Dinkes di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU
CAPAIAN UHC KOTA BATU: Sosialisasi kepesertaan JKN oleh Pemkot dan Dinkes di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani. RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

 

BATU - Capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kota Batu nyaris menyentuh angka sempurna. Hingga Maret 2026, sebanyak 99,71 persen warga telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dari total 226.323 penduduk, sebanyak 225.671 jiwa sudah masuk dalam sistem jaminan kesehatan nasional. Artinya, hanya tersisa 652 warga yang belum terdaftar.

BACA JUGA Talang Air Pasar Induk Among Tani Kota Batu Rusak Lagi, Pemkot Tagih Garansi

Kepala Kantor Layanan Operasional (KLO) BPJS Kesehatan Kota Batu Erra Widayati menyebut capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa akses layanan kesehatan di Kota Batu semakin merata.

“Cakupan kepesertaan sudah sangat tinggi. Ini menunjukkan komitmen bersama dalam menghadirkan perlindungan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya. Menurut dia, keberhasilan ini tidak lepas dari peran pemerintah daerah yang aktif mendorong kepesertaan.

BACA JUGA Kandang Babi di Permukiman Dinilai Langgar Aturan, Pakar Desak Pemerintah Melakukan Penindakan

Terutama melalui segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang dibiayai APBD atau PBPU Pemda. Segmen ini menjadi penopang utama dalam menjaga tingginya angka UHC, terutama bagi masyarakat yang kondisi ekonominya rentan berubah.

Meski demikian, Erra menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan cakupan, tetapi juga meningkatkan kualitas kepesertaan. BPJS Kesehatan, lanjut dia, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam validasi data kepesertaan. Langkah ini penting agar data peserta tetap akurat dan tepat sasaran.

“Validasi data menjadi kunci. Dengan data yang akurat, intervensi yang dilakukan juga lebih efektif,” imbuhnya. Selain itu, berbagai kanal pembayaran digital juga diperluas untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban iuran.

BACA JUGA ASN Pemkot WFH Setiap Jumat

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Aditya Prasaja menambahkan bahwa capaian UHC ini harus dijaga dengan kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, jaminan kesehatan tidak hanya soal terdaftar, tetapi juga memastikan perlindungan tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal.

“Dengan cakupan yang hampir sempurna, tinggal bagaimana kita menjaga keberlanjutannya,” ujarnya. Pemkot Batu pun berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari tingkat desa hingga kecamatan, guna memastikan seluruh warga benar-benar ter-cover dalam sistem jaminan kesehatan nasional.

Editor : Fajar Andre Setiawan
#uhc #kota batu #jkn