Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

193 Posyandu di Kota Batu Bakal Terima Antropometri Kit dan Tensimeter

Fajar Andre Setiawan • Jumat, 5 September 2025 | 19:10 WIB
CEK KESEHATAN: Seorang warga diperiksa menggunakan tensimeter di Posyandu Flamboyan RW 06 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo kemarin (4/9).
CEK KESEHATAN: Seorang warga diperiksa menggunakan tensimeter di Posyandu Flamboyan RW 06 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo kemarin (4/9).

BATU - Belum semua Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Kota Batu memiliki antropometri kit dan tensimeter. Beberapa yang memiliki alat tersebut pun sudah banyak yang rusak. Padahal revitalisasi peran dan fungsi menuntut posyandu memiliki peralatan dasar medis yang lengkap. 

Beruntung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu punya rencana pengadaan antropometri kit dan tensimeter dalam waktu dekat. Sebanyak 193 posyandu diproyeksikan bakal menerima distribusi paket peralatan itu.Tiap posyandu bakal menerima satu set antropometri kit atau alat ukur bayi dan balita dan tiga tensimeter.

Pemberian tiga tensimeter itu bertujuan untuk mengakomodasi seluruh layanan yang dilakukan kader posyandu. Mulai dari layanan di tempat hingga kunjungan ke rumah-rumah. Itulah mengapa perlu peralatan dalam jumlah lebih. Kepala Dinkes Kota Batu Aditya Prasaja mengaku pengadaan tersebut diusulkan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

Berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), Adit menyebut estimasi harga per unit antropometri kit sebesar Rp 8 juta. Sedangkan untuk tensimeter harganya Rp 1,5 juta. Realisasinya bisa lebih murah dari pagu anggaran mengingat proses negosiasi dengan penyedia masih berlangsung.

“Kami pilih alat dengan kualitas yang bagus agar tidak mudah rusak,” tandasnya. Saat ini semua proposal dari 193 posyandu sudah diterima. Pekan depan, verifikasi proposal bakal dilakukan. Itu turut mengundang perwakilan posyandu sekaligus akan dilakukan pengecekan menyeluruh. Khususnya terkait kebenaran data SK sampai isi proposal. 

Terpisah, Ketua Posyandu Flamboyan RW 06 Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo Meidita Ayu Wandira mengatakan kedua alat itu memang penting. Apalagi jumlah warga yang harus dilayani cukup banyak. Sebab, posyandu kini tak hanya untuk pemeriksaan kesehatan bayi dan balita saja tetapi juga menyasar remaja dan lansia. 

“Kami melayani 800 orang terdiri atas 70 balita dan anak prasekolah, 121 lansia, 167 remaja, dan 442 usia produktif,” ujarnya. Ada 14 kader yang bertugas di Posyandu Flamboyan. Tiap kader bertanggung jawab atas setidaknya 19 rumah. Sehingga kalau peralatan terbatas, pelayanan akan cenderung lambat. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#peralatan medis #DPA #posyandu #dinkes #kota batu